Kajari Pelelawan Dalami Dugaan Korupsi di Dinas PU Pelelawan

0
403

Poto Kajari Pelelawan Nophy Tenno Phero Suoth. SH, MH

INDEPENDENNEWS.COM, PELELAWAN — Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan sedang melakukan penyidikan dugaan Tindak pidana korupsi pada kegiatan belanja BBM/gas dan pelumas pada Dinas PU Kabupaten Pelalawan TA 2015 dan TA 2016. Penyidikan tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat perintah kepala Kejaksaan Negeri Pelalawan tertanggal 15 Oktober 2019.

Kegiatan penyidikan perkara dimaksud didahului dengan hasil penyelidikan yang telah menemukan adanya peristiwa pidana pada kegiatan tersebut. Tim Penyidik telah melakukan pemeriksaan sebanyak 14 orang saksi dan telah melakukan penyitaan dokumen-dokumen terkait.

Pada TA 2015 dan 2016 di Dinas PU Kab Pelalawan terdapat anggaran yang diperuntukkan untuk pembelian BBM alat berat dan dump truk total sebesar Rp.8,7 milyar yang terdiri dari TA 2015 sebesar Rp.4 milyar dan TA 2016 sebesar Rp4,7 milyar.

Dalam pelaksanaannya, telah dibuat laporan pertanggungjawaban penggunaan anggaran semuanya dengan menggunakan bukti pembelian BBM dari SPBU.

Dari hasil pemeriksaan, diperoleh fakta bahwa bukti pembelian BBM dari SPBU tersebut ternyata tidak benar karena pihak SPBU tidak pernah mengajukan permohonan pembayaran dan tidak menerima pembayaran sebagaimana tercantum dalam bukti-bukti pembelian BBM tersebut?” jelas Kajari Nophy Tenno Phero Suoth. SH, MH kepada Media Independennews.com, Jumat (25/10/19) diruang kerjannya.

Ketika awak media mencoba melakukan komfirmasi terhadap Kepala Dinas PUPR lewat telepon genggam, Ardiansah sangat mendukang proses penyidikan dugaan korupsi yang sedang didalami Kajari Pelalawan.

Ardiansah juga menjelaskan bahwa pihak Kejaksaan sudah memeriksa mantan Kadis yang lama, Hasantua Tanjung, Iwan, Muliadi, Yarisman.

“Kejari telah memeriksa mereka,” ucapnya singkat ( Harris. S)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here