Joko Widodo : Keragaman Bukan Penghalang Suatu Bangsa Berdiri Tegak

0
572
Poto: Arahan Presiden Kepada TNI ( KJ)

Jakarta–Presiden RI, Joko Widodo mengatakan telah banyak bangsa yang menghadapi takdir sejarahnya dengan tercerai-berai karena tidak mampu menjaga kemajemukan.

Bangsa indonesia suatu negara yang memiliki keaneka ragaman, sejak dulu kata Jokowi, para leluhur bangsa kita meyakini keragaman tidaklah penghalang bagi sebuah bangsa untuk berdiri tegak.

“Kemajemukan bisa menjadi kekuatan yang maha dahsyat jika kita mampu menjaganya dengan baik dalam bingkai persatuan Indonesia, dalam bingkai NKRI,” ujar Presiden Jokowi saat memberikan arahan kepada prajurit Marinir TNI AL di lapangan Markas Korps Marinir, Cilandak, Jakarta, Jumat (11/11) seprti dilansir Koran Jakarta.

Pengarahan oleh Presiden dihadiri 8 batalyon atau sekitar 3.000 prajurit yang berasal dari Brigade Infanteri, Resimen Artileri, Resimen Kavaleri, Resimen Bantuan Tempur, dan Detasemen Jala Mangkara (Denjaka).

Jokowi juga mengatakan, bangsa Indonesia ingin selalu menikmati indahnya kedamaian dan persaudaraan di tengah keberagaman yang telah menghiasi bumi nusantara ini.

“Di negara Indonesia, kita ingin yang mayoritas itu melindungi minoritas. Yang minoritas menghormati mayoritas. Saling menghargai dan saling menghormati,” katanya.

“Prajurit Korps Marinir adalah prajurit TNI yang disegani yang selalu akan hadir di setiap pertempuran di seluruh pelosok nusantara demi keutuhan NKRI. Prajurit Korps Marinir juga selalu mendapatkan apresiasi dari berbagai negara sahabat ketika mengambil bagian sebagai pasukan perdamaian dunia,” sambung Presiden dari atas kendaraan tempur amfibi.

Oleh karena itu, kepada para prajurit marinir, Presiden berpesan agar dalam menjalankan tugasnya senantiasa menjadi perekat kemajemukan bangsa. Prajurit marinir haruslah menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan negara Indonesia.

“Sebagai tentara nasional, prajurit Korps Marinir harus menjadi kekuatan perekat kemajemukan dan pantang menyerah dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Jokowi.

Menurut Kepala Negara, hanya satu yang dibutuhkan bagi para prajurit dalam menjalankan tugasnya, yakni kebanggaan dan harga diri. Kedua hal itu haruslah dimiliki seorang prajurit dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

“Kita tahu, loyalitas prajurit Korps Marinir pada rakyat, pada bangsa, pada negara tidak perlu diragukan lagi. Hanya satu pegangan bagi setiap prajurit Korps Marinir, yakni kebanggaan dan harga diri sebagai prajurit sejati,” ucap Presiden.

Presiden lalu menekankan kepada para prajurit agar selalu setia kepada negara kesatuan Republik Indonesia.

“Saya ingin memastikan bahwa semuanya loyal kepada negara, setia kepada Pancasila, kepada Undang-Undang Dasar 1945, kepada NKRI, dan kepada kebinekaan kita. Sehingga kalau sudah bertemu dan dekat seperti ini bisa kita rasakan, prajurit kita siap,” kata Jokowi.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi juga menuliskan pesan untuk jajaran Korps Marinir TNI AL pada sebuah papan berwarna putih: Prajurit petarung Korps Marinir selalu dekat dengan rakyat, dicintai rakyat. Pertahankan!!!’ Jaya di darat dan jaya di laut. Joko Widodo – RI-1.(KJ)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here