Jelang Idul Adha 1443 H, Sapi Dan Kambing Tak Boleh Masuk Batam, Nuryanto Minta Dibuka Tapi Selektif

0
77

IndependenNews.com, Batam | Masyarakat Kota Batam tergabung dalam Asosiasi Hewan Ternak Kota Batam mengeluhkan kebijakan pemerintah pusat melarang sapi dan kambing masuk ke Kota Batam.

Keluhan tersebut disampaikan para penyedia ternak kurban dikawakili Mustofa, SE, kepada siapa lagi kami mengeluhkan kebijakan tersebut, jika bukan kepada wakil rakyat yang ada di DPRD Kota Batam, kata Mustofa, saat menggelar audensi dengan Ketua DPRD Kota Batam diruang Rapat Pimpinan, Kamis,19 Mei 2022.

Pihak Kantor Karantina Kuala Tungkal menyetop sapi dan kambing yang akan dikirim ke Kota Batam. Penghentian pengiriman sapi dan kambing ke Kota Batam dikhawatirkan adanya penyakit Menular pada hewan tersebut.

Kebijakan yang berisi larangan masuknya ternak baru diterima oleh penyedia hewan untuk Qurban tahun ini, mereka menilai sangat memberatkan para penyedia hewan kurban yang ada di kota Batam sehingga mereka sampaikan kepada DPRD Kota Batam.

Pada pertemuan para Penyedia Hewan Kurban dengan DPRD Kota Batam, diharapkan kepada DPRD Kota Batam agar membantu persoalan yang tengah dihadapi warga, terlebih penyedia hewan qurban.

Menurut Mustofa, kebutuhan sapi dan kambing di Kota Batam saat menjelang Idul Adha sekitar 3500 ekor sapi, dan 18 ribu ekor kambing.

“Seperti kita tau bahwa Batam bukanlah daerah penghasil hewan tersebut, kebutuhan sapi dan kambing didatangkan dari luar Batam yakni Sumatera dan Jawa. Nah, sekarang sapi dan kambing saat ini ditahan di Kuala Tungkal, Riau tidak diperbolehkan masuk ke Batam,”jelas Mustofa.

Menanggapi keluran warganya, Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto, SH, MH menyatakan, selaku lembaga DPRD Kota Batam yang berfungsi pengawasan mendukung kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah jika untuk yang lebih baik lagi.

Menurutnya, hal ini dilakukan agar lebih kehati-hatian. Berhati-hati terhadap penyakit hewan kuku dan lainya. Pemerintah janganlah kaku. Daerah kita bukan penghasil atau peternak. Batam merupakan daerah transit. Hati-hati wajib namun tak boleh kaku.

“Untuk mendatangkan hewan ternak kebatan agar diterapkan secara selektif oleh instansi terkait, yang bebas dari penyakit kan bisa,”kata Cak Nur.

Biasanya kebutuhan dan kepentingan jelang  Hati Raya Idul Adha sejak tahun 2020,2021 sapi sekitar 2000 ekor, kambing belasan ribu. Ekonomi saat ini sudah membaik dan pandemi sudah melandai. Dengan adanya kebijakan lemerintah yang kaku tentu akan menghambat mendatangkan hewan kurban. Teknisnya teman-teman eksekutif dipadukan dengan kebijakan lokal. Pihaknya akan terus memfasilitasi kepentingan masyarakat.
Upaya pembudidayaan sendiri hewan di Kota Batam belum ada dilakukan dan tentunya lokasi dan lahan sangat dibutuhkan.  Di Kota Batam ada agro pertanian yg dikelola oleh BP Batam. Dewan akan terus mendorong agar Batam bisa menghasilkan hewan ternak sapi, kambing dan lainya.

Kekhawatiran pemerintah terkait penularan penyakit hewan yakni PMK ini perlu diantisipasi dan dicari jalan keluarnya bukannya menyetop supplaynya di wilayah tersebut.  Sebelum Pandemi Covid-19 kebutuhan rutin di Kota Batam, pangsa pasar sebesar 30 persen. Kambing 15-18 ribu kebutuhan. 80-100 ekor per minggu di Sei temiaang. DPRD Kota Batam akan membuat rekomendasi atas kegelisahan masyarakat, pengurus masjid dan pedagang hewan di Kota Batam terkait pasokan hewan qurban di Kota Batam, “terang Nuryanto. (set/hms)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here