JCW Sebut Sistem Sanitary alandfill TPA Angsanah Belum Masimal

0
645

Pamekasan, Independennews.com –Aktivis lingkungan hidup Abdul Hamid mengatakan bahwa sistem sanitary landfill TPA Angsanah kecamatan palengaan kabupaten pamekasan belum masksimal. LSM Jatim Corruption Watch (JCW) Jawa timur Abd Hamid siap untuk melakukan diskusi langsung Di TPA Angsanah.

Hal ini sebagai bentuk jawaban atas jawaban kepala DLH Kab Pamekasan Amin Jabir. ST yang mengatakan di sebuah media, bahwa kalau berbicara jangan asal bunyi Asbun. Semuanya harus didasarkan data.

Pada Kamis 19 April 2018 , Abd Hamid bersama LSM JCW mendatangi kantor DLH Kab Pamekasan untuk mengajak kepala dinas DLH Amin Jabir datang langsung Ke TPA.

Hal itu dilakukan sebagai upaya tindak lanjut uadiensi yang dilakukan LSM JCW di DLH Privinsi Jawa Timur bersama DLH Kab Pamekasan. Bahwa untuk mengetahui realita yang sebenarnya terkait sistem sanitary landfill tidak hanya berdasarkan pada dokumen foto. Tapi harus terjun langsung ke TPA.

Namun ajakan tim Investigasi JCW kepada kepala dinas DLH Kab Pamekasan tidak berhasil. Karena pada kamis 19 April, kepala dinas DLH Kab pamekasan harus nenghadiri acara di surabaya. Sehingga diagendakan pertemuan DI TPA Angsanah Hari Selasa 24 April 2018 minggu depan

Sebagaimana diberitakan sebelumnya bahwa LSM Jatim Corruption Watch (JCW) Jawa timur bersama sejumlah aktivis lingkungan hidup menyoal terkait sistem sanitary landfill TPA angsanah yang terkesan tidak sesui SOP.

Pengelolaan sampah yang diduga masih menggunakan pola lama dianggap sebagai kegagalan DLH Kab pamekasan dalam mengelola sampah dengan sistem sanitry lanfill.

Anggaran Rp 15 M untuk pembangunan sistem sanitary lanfill TPA Angsanah dinilai hanya menguntungkan oknom saja. Karena kegagalan sistem sanitary landfill di TPA Angsanah tidak bisa dilepaskan dari kontruksi yang diduga juga bermasalah. Tutur khairul kalam (ketua Tim Investigasi JCW Jawa Timur).

(Anton/Siti Amina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here