Janda 5 Anak di Batam Hidup Serba Kekurangan

0
1649
Poto : Ibu Elista Purba bersama 4 Orang Anaknya

BATAM, INDEPENDENNEWS.COM — Elista Purba (38) janda lima anak hidup serba kekurangan semenjak ditinggal mati Almarhum Suami nya Rio Sinaga tujuh tahun silam, tepatnya pada bulan Januari Tahun 2013 lalu, meninggalkan kisah pilu bagi istri dan lima anaknya.

Tinggal disebuah rumah liar (Ruli) dengan kondisi atap bocor tak masalah baginya, bahkan ia juga rela bekerja sebagai pemulung mengutip sampah untuk bisa bertahan hidup. Namun yang menjadi persoalan ditengah sulitnya beraktivitas karena wabah Covid 19 sehingga membuatnya semakin sulit untuk bertahan membutuhi keluarganya.

Ibu Paroh baya ini bersama 4 orang anaknya saat disambangi tim Independennews.com, mengisahkan kehidupan keluarganya sejak ditinggal mati oleh suaminya. Mereka tinggal disebuah rumah lair (Ruli) beratap bocor dan berdiding asbes.

“Kami tinggal di rumah liar ini pak, atapnya sudah bocor. Saat hujan turun seisi ruangan banjir.” ujarnya

Untuk bisa bertahan hidup Ibu Janda lima anak ini, Ia harus berjuang seorang diri untuk memperjuangkan lima anaknya dengan bekerja sebagai pemulung.

Kondisi situasi ini yang sedang dilanda wabah Virus Corona (Covid 19) menambah sulitnya kehidupan ibu janda lima anak ini. Dia pun tak bisa melakukan aktivitas mengais rezeki dari pekerjaannya sebagai pemulung semenjak diberlakukannya larangan beraktivitas diluar rumah, apalagi pekerjaannya sangat berisiko. Situasi ini memperparah kehidupan keluarga Elsita Purba yang menggantungkan kehidupan mereka dari hasil mengais sampah sebagai pemulung.

“Ya sejak Virus Corona mewabah bahkan dengan adanya larangan untuk tidak bisa keluar rumah, sangat memberatkan ekonomi keluargnya. Tidak ada pemasukan sama sekali pak, sehingga untuk makan saja kami sudah terancam,”ujar Elsita Purba dengan nada terbata saat dijumpai dirumahnya, Pancur Swadaya, Kelurahan Tanjung Piayu, Kecamatan Sei Beduk, Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (18/4/20).

Dikatakan Elista Purba, untuk bisa bertahan hidup Anak pertamanya dititip sama keluarga di Kampung, kemudian anak kedua dan anak ketiga dititip sama keluarga di Batam, dan dua anaknya bersama dia.

“Selama ini kami dapat bantuan seadanya dari tentangga untuk bisa bertahan hidup. Bekerja sebagai pemulung taulah pak berapa pendapatannya, hanya cukup buat makan 1 atau 2 kali sehari. beruntunglah ada tetangga yang mau berbagi.” Tutur Elsita Purba yang mengaku pernah mengalami strouk selama 6 bulan.

Lebih jauh Elista menuturkan, setelah sembuh dari penyakit strouk yang dialaminya, kondisi fisik ibu Elsita tidak normal seperti sedia kala, bahkan pita suaranya juga kaku saat berbicara sebagai dampak Strouk yang dialami Ibu paroh Baya ini.

Kondisinya sangat memprihatinkan sebagai keluarga yang hidup dibawah garis kemiskinan, selayaknya Ibu janda lima anak ini memperoleh perhatian dari pemerintah seperti program KKS, KIS, KIP. Namun apa daya Kartu PKH dan Buku Rekening BRI yang pernah dia Peroleh pada Tahun 2017 lalu, itu pun tidak pernah dia nikmati karena tak pernah ada Isinya.

Ia sangat berharap buku rekening BRI atau Kartu PKH (Program Keluarga Harapan-red) bisa di dapatnya, seperti orang yang mafan dapat program tersebut, sementara ia sebagai janda miskin tak dapat sama sekali.

“Saya pernah mendapat buku rekening dan Kartu PKH, tapi tak pernah uangnya saya terima. Bahkan kartunya diambil kembali oleh Petugasnya bernama DEWI ,” ujarnya.

Ibu Ketua RT 04/ RW 04 Pancur Swadaya, Kelurahan Tanjung Piayu membenarkan kehidupan Ibu Elista Purba dan anaknya hidup dalam kesulitan ekomomi yang bekerja mengais sampah.

“Kami amat prihatin dengan kondisi Ibu Elista Purba, kehidupannya paspasan dan harus membutuhi lima orang anaknya, kadang jika ada rezeki kami bantu dia seadanya. Begitulah kehidupan sehari-hari keluarga Ibu Elista Purba. Kami kasihan melihat kondisi ibu Elsita Purba. Dia orangnya baik pak.”tuturnya

Dia juga berharap agar Keluarga Janda lima anak ini dapat perhatian dari pemerintah, keluarganya layak mendapatkan bantuan seperti KKS, KIS, KIP. tapi mereka tak dapat, anak-anaknya ada lima orang semua sekolah.

“Ibu ini tak dapat apa apa dari program pemerintah Jokowi.”Ucapnya berharap.

Hingga berita ini diunggah pihak Kelurahan Tanjungpiayu Belum bisa di Konfirmasi. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here