Iwan Sihombing Korban Pengeroyokan TS dan AS melapor ke Polsek Batuaji 

0
331

Batam, Independennews.com — Iwan Riko Pergaulan Sihombing (21) Tahun menjadi korban pengeroyokan dari salah satu Bos Koperasi berinisial TS bersama Anaknya benisial AS. Kejadian pengeroyokan tersebut terjadi pada Senin, 17 Desember 2019, sekitar Pukul 12.00 WIB di kantor Koperasi R2D di Perum Buana View Blok Cemara 12, Kelurahan Kibing Batuaji Batam.

Akibat pengeroyokan tersebut, sekujur tubuh Korban mengalami luka lebam, memar dan luka luka di bagian tangan korban. Selain luka dibagian tangan kanan dan kiri, juga terdapat luka pada punggung korban. Tidak terima atas perbuatan kedua pelaku, Iwan ditemani temannya bernama Eko Sihombing melaporkan periswa yang di alaminya kepada Kepolisian Sektor Batuaji dengan Nomor Laporan : LP -B/ 560/ XII / REs .1.6./2018/ Resta BRLG/SPK- Sek Batuaji, dan melakukan Visum di Rumah sakit Graha Hermin.

Kedau pelaku TS dan AS memukul saya dengan tangan dan kaki bahkan mereka mencekik leher saya sehingga saya sulit bernafas.” Tutur Iwan (korban) saat mendatangi Ruang Redaksi Independennews.com di Kompleks Ruko Rabayu, Tembesi Sagulung, Selasa (18/12/18)

Lebih jauh Korban mengatakan, Kedua korban juga menendang kemaluan saya, sehingga semenjak peristiwa pengeroyokan senin kemarin sampai hari ini, saya masih merasakan sakit pada bagian kemaluan, apalagi ketika saya membuang air kecil.
” Anu saya sakit bang, sulit buang air kecil,” Ucapnya sedih sambil sesekali batuk.

Menurut keterangan Korban, kronologis kejadian hanya karena gara gara sipele saja.

” Korban (IWan) meminjam handphone salah satu pelaku berinisal AS, kemudian ASmemberikan Handphonenya kepada korban. Saat Handphone AS berada pada Korban, lalu korban ingin membuka HP namun pola layar sedang terkunci. Kemudian KOrban meminta Pelaku AS untuk membuka pola Layar, Namun saat itu entah karena apa tiba tiba Pelaku AS mempertanyakan HP nya yang mengalami retak.

“Kenapa handphone saya retak,” Ujar Iwan menirukan perkataan AS kepada independennews.com , karena merasa sbukan saya yang menyebabkan retaknya HP AS , saya bilang saya tidak tahu.

Lalu As meminta saya memperbaiki HP AS, saat itu saya (korban) menyanggupu untuk diperbaikinya Handphone AS dengan membayar Rp 100.000, namun ketika AS menagih uang Rp 100.000, saya belum mengantongi uang untuk membayar uang yang ditagih AS.

Secara tiba tiba AS memukul saya, sehingga terjadi perkelahian, saat itu orang tua AS benisial TS datang dari depan langsung melayangkan kepalannya kedada saya, bahkan TS menyeret saya ke Kamar yang kebetulan AS sudah berada di Kamar.Saat itu TS dan AS langsung melayangkan kaki dan tangan sesuka hati mereka membuat saya tak berdaya.

“TS juga menendang kemaluanku yang membuat saya sesak nafas, beruntung saya masih bisa hidup berkat pertolongan rekanku eko Sihombing.” Ujarnya

Atas laporan peristiwa itu, Iwan berharap kepada kepolisian sektor (Polsek) Batuaji sebagaimana wilayah hukum Polsek batuaji segera memberikan penegakan hukum yang adil.

“saya berharap kedua pelaku TS dan AS bos Keperasi itu segera diproses dengan hukum yang berlaku.” Harapnya bersedih Hingga berita ini diunggah Kapolsek Batuaji belum dapat dikonfirmasi terkait Peristiwa pengeroyokan oleh kedua pelaku AS dan TS, yang sudah dalam penanganan polsek batuaaji.(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.