IPMKRB Tetap Dukung Guntur Sebagai Ketua IPMK2M, Gugatan Dinilai Tidak Miliki Dalil Hukum

0
882

INDEPENDENNEWS.COM, PEKENBARU — Kongres Ikatan Pelajar Mahasiswa Kabupaten Kepulauan Meranti (IPMK2M) Pekanbaru Ke-V telah sukses diselenggarakan pada Sabtu – Minggu, 26-27 Oktober 2019 di Hotel Mona Pekanbaru.

Berdasarkan hasil voting, calon nomor urut 02, Guntur Yurfandi terpilih sebagai Ketua IPMK2M-Pku dengan perolehan 14 suara dengan selisih 1 suara dengan rivalnya nomor urut 01, Zuriyadi Fahmi yang memperoleh 13 suara. Kongres tersebut diakhiri dengan serah terima jabatan oleh demisioner IPMK2M-Pekanbaru periode 2017-2019 Gusfriadi kepada ketua terpilih Guntur Yurfandi.

Paskah pemilihan ketua periode 2019-2021 dengan menetapkan Guntur Yurfandi sebagai pemenang, sejumlah organisasi mahasiswa yakni HIPMAM, HIPMA KPM, HIPMA TTB, dan RUMPUT mengajukan gugatan terhadap ketua terpilih Guntur Yurfandi dengan tuduhan adanya indikasi kecurangan dalam kongres IPMK2M-Pekanbaru, dan tuduhan terhadap delegasi mahasiswa Kec. Rangsang yang mengganti peserta penuh dengan peserta peninjau tanpa sepengetahuan panitia, serta gugatan menuntut pemilihan ulang.

M. Roziq selaku ketua Ikatan Pelajar Mahasiswa Kecamatan Rangsang (IPMKR)-Pekanbaru mengatakan bahwa ketika terjadi penukaran peserta peninjau ke peserta penuh sudah dilaporkan dulu kepada ketua panitia dan sudah diperbolehkan.

“Peserta peninjau yang kita ganti menjadi peserta penuh sudah melalui konfirmasi dengan ketua panitia, dan ketua panitia membolehkan. Namun, yang saya kesalkan mengapa ketika di forum gugatan, ketua panitia berbohong, ketua panitia tidak mengakui adanya konfirmasi dari kami, ” ujar Roziq.

Sementara Mohammed Khairil yang merupakan delegasi mahasiswa Kecamatan Rangsang mengatakan, bahwa dirinya selaku peserta penuh sudah meminta izin dengan ketua panitia untuk menukarkan posisi, dikarenakan ada kewajiban yang tidak dapat ditinggalkan, dan ketua panitia mengizinkan dan meminta untuk mencari penggantinya.

“Ketika saya ada keperluan yang penting, saya sudah meminta izin dengan ketua panitia agar teman saya yang merupakan peserta peninjau bisa menggantikan posisi saya sebagai peserta penuh, dikarenakan saya ada kesibukan lain yang tidak dapat ditinggalkan, saat itu Ketua panitia mengizinkan. Tapi, setelah saya dengar kabar bahwa ketika adanya gugatan, ketua panitia tidak mengakui bahwa saya sudah meminta izin. Saya sangat kecewa dengan hal itu, seolah-olah panitia tidak netral dan berpihak kepada salah satu calon yang kalah saat di kongres. Padahal saya bersumpah bahwa saya sudah izin dengan ketua panitia dan ketua panitia memperbolehkan, ” ujar Khairil saat diwawancara.

Menanggapi hal tersebut, Abd Rahim selaku delegasi mahasiswa Kecamatan Rangsang Barat menyayangkan sikap panitia yang tidak mau mengakui hal tersebut. Rahim juga menilai bahwa gugatan yang dilayangkan pihak penggugat tidak berlandaskan dalil hukum yang sah.

“Gugatan itu cacat hukum, karena tidak ada diatur di AD ART. Sudah sah dan jelas saudara Guntur yang menang di kongres berdasarkan hasil voting. Jadi tidak ada yang perlu dipermasalahkan. Yang koar-koar itu kan dari pihak sebelah yang tidak terima atas kekalahan mereka, ” pungkas Rahim

Rahim juga menyayangkan sikap panitia yang langsung menunjuk tiga orang SC untuk memimpin gugatan, yang seharusnya sudah tidak ada lagi wewenang mereka, dikarenakan ada beberapa SC yang ditunjuk sudah tidak berstatus sebagai mahasiswa lagi.

“Saya menilai penentuan SC oleh ketua panitia ini juga cacat hukum. Ini dikarenakan SC yang ditunjuk ada dua orang bukan lagi berstatus mahasiswa, bang Edi Candra dan Andi Rahman itu bukan mahasiswa lagi, dan mereka sudah demisioner, dan tidak ada hak mereka memimpin gugatan yang tidak jelas dalil hukumnya. Ini seolah-olah sudah direncanakan. Senior-senior seharusnya memberikan contoh yang baik untuk junior-juniornya, bukan seperti ini. Kalau seandainya terjadi dualisme kepemimpinan, maka Bang Gusfriadi selaku demisioner dinilai gagal, ” ujar Rahim.

M. Owen Maulana selaku Ketua IPMKRB-Pekanbaru menyayangkan sikap panitia dan senior-senior yang dinilai tidak netral. Beliau mengatakan bahwa tidak ada hak dan wewenang panitia menerima dan melanjutkan gugatan.

“Saya menyayangkan sikap panitia dan senior-senior yang menurut saya tidak netral saat kongres. Mereka seolah menjadi penengah namun menusuk dari belakang. Selanjutnya, panitia tidak ada hak menerima dan melanjutkan gugatan, karena tugas panitia bukan itu. Kalau di lembaga negara ada Mahkamah Konstitusi (MK) untuk menyelesaikan gugatan, kalau kita ini kan paguyuban mahasiswa. Jadi tidak ada lembaga yang bertugas untuk menerima dan melanjutkan gugatan. Kami dari IPMKRB-Pekanbaru menolak gugatan yang tidak jelas dalil hukumnya, dan saya menyatakan sikap tetap mendukung keputusan berdasarkan hasil kongres, bukan berdasarkan gugatan yang tidak jelas. Kalau tetap IPMK2M-Pekanbaru dipimpin oleh ketua yang katanya menang di gugatan yang tidak jelas itu, maka saya menyatakan bahwa kami siap keluar dari IPMK2M, dan ke depan kami tidak akan mengikuti agenda yang diadakan oleh IPMK2M-Pekanbaru. Jangan salahkan kami kalau kami membuat dualisme kepemimpinan, ” tegasnya ( MO)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here