Impor Mikol Ilegal, Negara Menderita Kerugian 7 Miliar

0
524

Tanjungpinnag, independen news.com-
Akibat impor illegal minuman beralkohol yang ditangkap dari wilayah Bintan, Provinsi Kepri, Negara ditaksir menderita kerugian mencapai 7 miliar rupiah.

Demikian dikatakan Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Kementerian Perdagangan RI, Syahrul Mamma dalam siaran persnya, Selasa (3/10/17) di Kantor Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Bintan.

“yah, ditaksir negara menderita kerugian mencapai 7 miliar rupiah akibat penyelundupan Mikol illegal tersebut.”katanya Syahrul dampingi Direktur Tertib Niaga Veri Anggrijono. Hadir Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Bintan Dian Nusa, Kapolres Tanjungpinang AKBP Ardyanto dan Dandim 0315 Bintan

Seperti pemberitaan sebelumnya, bahwa ribuan minuman beralkohol tersebut diamankan dari salah satu gudang batu 7 gudang di Gang Putri Balqis 3 Jalan DI Panjaitan KM 7 Kota Tanjungpinang pada hari Senin tanggal 18 september lalu oleh Komando Distrik Militer 0315/Bintan.

“penangkapan ribuan kardus Mikol juga merupakan hasil pengawasan Direktorat Tertib Niaga, Ditjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN), bekerjasama dengan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bintan.

Menurut Syarul Mamma menegaskan bahwa minuman beralkohol itu adalah barang selundupan dari Singapura ke Batam dan ditransit melalui pelabuhan tikus di Berakit, Kabupaten Bintan, yang selanjutnya barang tetsebut akan dikirim ke Jakarta.

” diketahui bahwa pemilik gudang adalah seorang pengusaha berinisial RG alias Ahang, sementara pemilik gudang hanya mengantongi izin penyimpanan gas elpiji.

Lebih jauh syarul membeberkan bahwa ribuan kardus berisi mikol itu di amankan karena diduga tidak memiliki izin impor.

 

Sementara itu, untuk perdagangan Import minuman beralkohol diwajibkan memiliki izin selain itu harus mendapatkan penetapan untuk melakukan kegiatan impor Minuman Beralkohol berupa Importir yang terdaftar minuman Beralkohol ( IT-MB)

Dijelakan Syahrul, ada sejumlah ketentuan impor barang yang diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 20/M-DAG/PER/4/2014 tentang Pengendalian dan Pengawasan terhadap Pengadaan, Peredaran, dan Penjualan Minuman Beralkohol. Termasuk peredaran dan penjualan minuman beralkohol.


Saat ini kasus itu sedang dalam penyidikan ‎oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil Perdagangan (PPNS-DAG) Direktorat Tertib Niaga Ditjen PKTN.

” Pelaku dikenakan Pasal 106 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, dimana Pelaku Usaha yang melakukan kegiatan usaha Perdagangan tidak memiliki perizinan di bidang Perdagangan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun atau pidana denda paling banyak sepuluh miliar rupiah.

Dia juga menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan pengawasan dan menindak tegas setiap pengusaha nakal. (G01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here