Hotman Hutapea Dituntunt 6 B0ulan Penjara Ajukan Pledoi

0
181

Batam, independennews.com — Sidang Kasus Pidana Pelanggaran Pemilu 2019 dengan terdakwa Hotman Hutapea dituntut 6 bulan penjara dan denda 10 juta rupiah oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam. Tuntutan tersebut, dibacakan oleh JPU Imanuel didampingi Samsul dan Prihesti. Senin (25/3/2019) di Pengadilan Negeri Batam, Batam Center, Kepulauan Riau.

Dalam kesempatan itu, tuntutan Jaksa yang dibacakan JPU Imanuel mengatakan, bahwa dari keterangan 7 saksi yang telah diperiksa, perbuatan terdakwa Hotman Hutapea melanggar perundang-undangan tentang peraturan pemilu.

“Perbuatan yang meringankan, terdakwa tidak pernah dihukum dan sopan dalam persidangan. Dan yang memberatkan tindakan terdakwa sudah meresahkan masyarakat, keterangan terdakwa tidak pernah mengaku apa yang telah diperbuatnya,” kata Imanuel.

Lanjut Imanuel membacakan tuntutan, bahwa terdakwa telah melanggar Pasal 521 Jo Pasal 280 ayat (1) huruf h UU Nomor: 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum.

“Perbuatan terdakwa secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pemilu karena menggunakan tempat ibadah. Meminta majelis hakim menjatuhkan hukuman 6 bulan penjara dengan masa percobaan selama 1 tahun, denda Rp 10 juta dan subsider 1 bulan kurungan penjara,” katanya.

Selanjutnya ketua Majelis Hakim meminta terdakwa Hotman Hutapea untuk berkonsultasi dengan penasehat hukumnya, sebelum diputuskan sidang berlanjut besok pada Selasa 26 Maret 2019, dengan materi mengajukan pembelaan/pledoi.

“Besok kita ajukan pembelaan yang Mulia,” kata Hotman.

Sementara itu, penasehat Hukum terdakwa, Parulian Situmeang, mengatakan, bahwa UU yang disangkakan terhadap kliennya bertentangan satu sama lain. Dalam pasal 280 ayat (1) huruf h bukan merupakan tindak pidana pemilu.

“Itu bukan keterangan saya tapi keterangan UU, pada saat itu kami meminta Bawaslu menunjukkan Pasal 280 itu, dimana bentuk tindak pidananya. Namun sampai saat ini Bawaslu tidak dapat menunjukan surat edaran dari pusat tersebut, besok kita akan lakukan pledoi, salah satunya. Bukti yang dilampirkan Bawaslu Batam bukan dari tempat ibadah dan terdakwa tidak pernah mengatakan “Pilihlah Saya”,” kata Parulian.(red)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.