Hari Anti Korupsi, Mahasiswa Cipayung Pemekasan Minta Kajari Selesaikan 7 Kasus Korupsi

0
405
Poto : Kepala Kejaksaan Negeri Pamekasan, TITO saat menemui para Mahasiswa

PAMEKASAN,Independennews.com – Dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia, Ratusan Mahasiswa Cipayung Pamekasan melakukan aksi turun ke jalan, para mahasiswa ini tergabung dalam sejumlah organisasi kemahasiswaan seperti PMII, HMI, GMNI datangi Kantor Kejaksaan Negeri Pamekasan, Madura,Jawa Timur.

para mahasiswa ini meminta Kejaksaan Negeri (Kejari) Pamekasan mengusut tuntas Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang ada di Kabupaten Pamekasan.

sementara itu, Aksi Cipayung ini mereka awali dengan cara melakukan Long March sekitar 1 KM dari Kantor Pengadilan Negeri Pamekasan, menuju Kantor Kejaksaan Negeri Pamekasan Jalan Trunojoyo.

“dalam orasi para maha siswa itu menyebutkan ada tujuh kasus tindak pidana korupsi yang sedang ditangani Kejaksaan Negeri Pamekasan yang terkesan mandek, adapun kasus yang mereka elu elukan yakni kasus dugaan penyimpangan DD dan ADD di seluruh Desa se Kabupaten Pamekasan, dugaan penyimpangan Dana Hibah DISPORA tahun 2014 senilai 2 M, dan Kasus Mark Up pembelian pertokoan CLM senilai 7,5 M.

Selain itu, Dugaan kasus hilangnya beras BULOG sebanyak 1,504 Ton di Sub Drive XII Madura senilai 12 M, kasus dugaan Mark Up TPA Bindang senilai 437 juta, kasus dugaan Adhoc Disdik tahun 2008 senilai 1,9 M serta kasus dugaan Program Listrik Masuk Desa (PLMD) tahun 2005-2008 senilai 8,2 M.” Ujar para mahasiswa dalam orasi yang disampaikan melalui pengeras suara, Selasa (12/12/17)

Ditempat terpisah, Kepala Kejaksaan Negeri Pamekasan, TITO, saat dimintai keterangan oleh awak media mengatakan, penanganan 7 kasus tipikor itu menurutnya sampai saat ini masih tetap akan di proses dan bukan kemudian dibiarkan tidak ada tindak lanjut dari pihak kejaksaan.

“Penanganan 7 Kasus Tipikor itu bukan mandek, akan tetapi itu belum diproses lagi karena masih belum cukup bukti untuk kami proses, nanti kalau sudah ada bukti baru, maka kasus itu kami tetap akan kami buka lagi untuk diproses,” kata Tito kepada Awak Media.

Dipenghujung orasi, para mahasiswa itu melakukan penandatanganan di atas kain putih sekitar 5 Meter sebagai bentuk komitmen antara pihak kejari dan cipayung pamekasan.

(Anton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here