Guru Guru di Pemekasan Keluhkan Finger Print

0
432
PAMEKASAN,Independennews.com-Sejumlah Guru Guru mengeluhkan program pemerintah terkait Alat Absen Electronik atau Finger Print. Pasalnya, alat tersebut  yang dipasang disetiap sekolah sudah tidak berpungsi karena rusak.
Demikian dikeluhkan Guru SD Negeri Bujur Tengah 2, yang tidak mau namanya di publikasikan Kepada awak media ini, Rabu (9/8/17) di lokasi sekolah, Madura, Jawa Timur.
“yah, absen elektronik atau fingger Print di sekolah sudah tidak berfungsi atau rusak, akibatnya absen tidak berjalan secara sempurna sebagaimana yang di harapkan pemerintah,”katanya
Sementara saat ini,  katanya tidak absen bagi guru,  hal itu sudah lama berlansung akibat kerusakan alat elektronik itu,  hanya saja untuk selanjutnya kami buatkan daftar hadir manual seperti tempo lalu sebelum absen elektronik diefektifkan.
Selain Sekolah SN N bujur Tengah 2, hal yang sama juga dialami SD Negeri Bandaran 4, SD Negeri Bujur Gu room, Proppo, Pamekasan.
Akibat rusaknya alat elektronik itu,  sehingga menjadi keluhan massal bagi guru-guru pengajar disekolah Khususnya guru yang kediamannya jauh dari lokasi sekolah.
Anehnya,  alat elektronik absen yang dipasang  disekolah  tidak dapat merekam sidik jari dengan baik .
Nanang (56 ) Warga Desa Buddih, Kecamatan Pademawu Pamekasan, tenaga pengajar di SD Bandaran 4, Kecamatan Tlanakan kabupaten Pamekasan, saat di jumpai awak media ini membenarkan kerusakan  Finger Print atau elektronik  absen di sekolah SD Bandaran sudah tidak dapat difungsikan.
” Alat elektronik itu rusak sejak awak bulan januari 2017, “katanya
Sementara itu,  untuk mengabsen guru guru, kami terapkan kembali absen manual.
Hal senada disampaikan Guru SD Bujur tengah 2, Bapak Amir ( 56 ) yang juga sebagai ketua PGRI kecamatan Batumarmar. Ia juga mengeluhkan dan merasa kecewa dengan kondisi saat ini khusunya sejak di aktifkannya Finger Print Januari 2017.
” informasinya Fingger Frint di sekolah SD Bujur tengah 2 sampai saat masih rusak,  sementara di SD Bujur Tengah 1 tidak bisa di ambil,”. Terangnya
Sementara itu,  Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pamekasan, Tarsun saat di konfirmasi melalui akun WAnya mengatakan saat ini dinas pendidikan masih memberlakukan 2 daftar hadir yaitu manual dan Finger Print.
“jadi pinger Print Rusak maka guru harus memberikan keterangan yang jelas. Jika pingerprint rusak tinggal kasih keterangan. termasuk karena sakit atau ada acara dinas atau ada acara keluarga penting. Jadu Jangan terlalu di khawatirkan, tidak akan dirugikan kecuali  tidak masuk tanpa alasan sesuai aturan kami tidak akan mentolerir”. Tegasnya
(Anton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.