Festival Full Moon dan Moon Cake Anambas Merajut Kebersamaan

0
307

Anambas, Independennews.com –Dalam kalender penanggalan budaya Tionghoa, setiap tanggal 15 bulan delapan kalender Imlek (pertengahan musim gugur – Tiong Chiu) selalu dirayakan sebagai Perayaan Sembahyang Kue Bulan. Saat itu bulan paling bulat dan paling terang sepanjang tahun, karena jarak paling dekat
antara bulan dengan bumi.

Penomena ini selalu dimeriahkan dengan berbagai pesta lampion untuk menerangi dan memperindah suasana bulan purnama (full
moon) dan aneka kue bulan yang bulat sebagai lambang terangnya bulan menyinari bumi.

Tradisi sembahyang Dewi Bulan yang dihubungkan dengan posisi bulan yang tepat bagi masyarakat untuk bercocok tanam sudah dimulai sebelum Dinasty
Qin 221-206 SM. Perayaan ini juga merupakan bentuk pernyataan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dimana pada musim tersebut puncaknya bumi menghasilkan berbagai hasil bumi dan ajang untuk bersukaria atas panen.

Berangkat dari nilai-nilai positif yang ada, memanfaatkan momentum bulan purnama serta melestarikan tradisi budaya, yang dirayakan oleh etnis Tionghoa
secara serentak di seluruh dunia, termasuk diantaranya seperti Malaysia, Singapura dan Vietnam, maka tak ada salahnya jika diselenggarakan pula di
Kabupaten Kepulauan Anambas melalui kerjasama Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kepulauan Anambas dan Dinas Parawisata Kabupaten Kepulauan Anambas.

Kegiatan ini selain merayarakan Full Moon dan Cake moon, juga merajud tali silaturahim bagi sesama, Menjalin keakraban antar warga Tionghoa se-Kab. Kep. Anambas, Memperkenalkan seni dan budaya etnis Tionghoa ke publik, Melestarikan tradisi Moon Cake khususnya kepada generasi muda, Menjadikan alternatif agenda pariwisata 2018 Kab. Kep. Anambas, Meningkatkan kunjungan wisata , Meningkatkan perekonomian lokal melalui bazar. (Firmadani)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here