Esidorus SP : Hadangan Warga di Jalan Siduk-Sukadana Bukan Settingan, Saya Ikut Rombongan.

0
149
Foto : Ketua DPC PDIP Bengkayang Esidorus SP

IndependenNews.com, Bengkayang | Kejadian penghadangan rombongan ketua DPD PDI Perjuangan Lasarus,S.Sos.Msi. pada kunjungan kerja nya di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara menjadi trending hangat saat ini.

Penghadangan oleh salah satu warga masyarakat tersebut, dikarenakan warga yang merasa kesal akibat kondisi jalan poros Siduk menuju arah Kota Kabupaten Kayong Utara yang sampai saat ini rusak parah tidak kunjung diperbaiki.

Perlu diketahui jalan antara kabupaten Ketapang menuju Kayong Utara tersebut merupakan jalan kewenangan Propinsi, namun hingga sekarang kondisi jalan itu memprihatinkan bagai tak tersentuh oleh Pemerintah.

Kondisi itulah yang mendorong masyarakat melakukan penghadangan terhadap rombongan Ketua DPD PDI-P, saat melakukan kunjungan kerja ke kabupaten Kayong Utara untuk menyampaikan secara langsung aspirasi mereka.

Ketua DPC PDIP sekaligus Wakil Ketua DPRD kabupaten Bengkayang Esidorus,SP angkat bicara terkait penghadangan yang dilakukan oleh warga tersebut. Ia membenarkan bahwa kejadian Penghadangan atas Rombongan ketua DPD PDI-P Kalbar dan juga selaku ketua komisi V DPR-RI, saat melakukan kunjungan kerja ke kabupaten Ketapang dan kabupaten Kayong Utara sempat terjadi insiden kecil dan bukan setinggan.

“Tidak setinggan, memang benar adanya penghadangan ketika pak Lasarus selaku ketua DPD PDI-P Kalimantan barat dan juga selaku ketua komisi V DPR-RI melakukan kunjungan kerja di kabupaten Ketapang dan Kayong Utara. Insiden kecil sempat terjadi terhadap rombongan oleh warga kita, yang pada saat itu Mengeluhkan kondisi jalan antara Ketapang dan Kayong Utara rusak berat,” ungkap Esidorus saat ditemui. Sabtu (14/5/2022).

Ditegaskan Esidorus SP, bahwa kejadian tersebut bukan settingan dan murni aspirasi masyarakat kita yang memang sudah lama mengeluhkan keburukan Insfratruktur di wilayah Kayong Utara. Terkait stetment Gubernur Kalimantan barat Sutarmidji, kata Esidorus SP, dirinya menyanyangkan sikap Gubernur yang mengatakan penhadangan warga itu setingan, yang seolah-olah dari pihak PDI Perjuangan yang menyuruh warga untuk melakukan hal tersebut.

“Kami menanggapi bahwa Gubernur Kalimantan barat (Sutarmidji) lari dari tanggung jawab, sebab pembangunan ruas jalan yang di maksud adalah merupakan kewenangan propinsi. Selain itu juga di Bengkayang sendiri kita melihat di beberapa ruas jalan Bengkayang-Singkawang yang kondisi saat ini belum tuntas pengerjaannya, dan kondisi ini sangat memprihatinkan serta sangat rawan terjadi kecelakaan,” ujar wakil Ketua DPRD Kabupaten Bengkayang Fraksi PDIP ini.

Bahkan, tambah Esidorus, lebih parah lagi ruas jalan Suti Semarang menuju kabupaten landak sungguh sangat memprihatinkan dan menghambat pertumbuhan perekonomian masyarakat di wilayah Suti Semarang dan wilayah kabupaten landak.

Oleh karena itu, kita mendorong Gubernur Kalimantan barat harus serius memperhatikan infrastruktur jalan yang menjadi kewenangan dari pihak pemerintah provinsi Kalimantan barat. Terutama yang ada di kabupaten Bengkayang.

“Intinya kita berharap ini segara di tangani, juga ruas jalan Bengkayang-Singkawang- Bengkayang dan ruas jalan Suti Semarang- Kabupaten Landak,” pungkas Esidorus, ketua DPC PDIP Kabupaten Bengkayang.

(Tino)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here