Edy Putra Irawadi Jelaskan Perkembangan Investasi dan Pelayanan BP Batam

0
373

INDENPENDENNEWS.COM, BATAM — Kepala BP Batam Edy Putra Irawadi memaparkan sejumlah pencapaian dibidang Pelayanan dan Investasi di Kota Batam. Dalam upaya peningkatan pelayanan, BP Batam terus melakukan pembenahan di segala lini, bahkan untuk mengajak investor masuk ke Batam, BP Batam terus mempromosikan potensi Batam ke Mancanegara.

“Kita sangat puas dengan nilai investasi yang sudah pasti masuk ke Batam dalam kurun waktu triwulan pertama Tahunn2019 mencapai Rp 691,3 Miliar, selain itu BP Batam juga terus meningkatkan pelayanan di Berbagai lini. ” ujar Edy Putra Irawadi dalam acara ramah-tamah bersama wartawan, Selasa, (17/4/2019) di Gedung Bizfa Marketing Center BP Batam.

Dikatakan Edy Putra Irawady bahawa, pencapaian pertumbuhan ekonomi kepri pada tahun 2017 mencapai 2%, dan tahun 2018 mencapai 4,56%, Pertumbuhan ekonomi kita naik menjadi 4,56% di tahun 2018, dan didominasi dari komsumsi LNPRT 44,09 persen.

Pada Kuartal pertama di tahun 2019, Batam di masuki sejumlah proyek-proyek pasti dengan nilai total investasi mencapai Rp 691,3 Miliar dan membutuhkan tenaga kerja sebanyak 1.162 orang.

“Mereka ini semua adalah pendatang baru dengan berbagai jenis produk dari negaranya. Mulai dari Industri semi Konduktor, komputer, optik hingga industri peralatan elektrotermal. Sedangkan untuk proyek perluasan, tercatat ada nilai investasi yang masuk mencapai Rp1,8 triliun, dan akan membutuhkan tenaga kerja sebanyak 1.724 orang. Jadi total tenaga kerja yang nantinya dibutuhkan untuk proyek baru ini mencapai 2.886 orang,” jelas Edy Putra Irawadi

Dalam bidang peningkatan pariwisata di kota Batam, Kata Edy, pihaknya akan lebih mengutamakan peningkatan perkembangan destinasi Wisata di Kota Batam untuk menarik para wisatawan Mancanegara. “Saya akan fokus kepada pengembangan destinasi wisata di pulau Batam, yang memiliki keunggulan luar biasa sehingga bisa menarik wisatawan dan turis,” kata Edy.

Dia juga menyinggung terkait investor pengolahan limbah plastik, yang sebelumnya sudah masuk Batam, dan saat tidak bisa beroperasi. “Saya sudah sampaikan ke Pusat dan juga Instansi terkait, supaya dilakukan peninjauan kembali terhadap perusahaan limbah plastik yang ada di kota Batam,” Imbuhnya

Dalam sesi tanya jawab, salah satu wartawan mempertanyakan terkait rendahnya Pelayanan Air Bersih ditengah masyarakat, yang mana sebahagian pemukiman masyarakat sampai saat ini pengalirannya tidak lancar, sehingga masyarakat kesulitan memperoleh air bersih. Bahkan warga terpaksa begadang untuk menampung air bersih karena air mengalir pada malam hari.

Menanggapi pertanyaan wartawan, Edy Putra Irawadi mengatakan, bahwa ketersediaan air bersih di kota Batam masih surplus hingga tahun 2021. Ditambah lagi dengan akan beroperasinya Dam Tembesi dan Sei Gong sehingga menambah kwantitas air baku yang mampu memenuhi kebutuhan air bersih sampai 20 Tahun kedepan.

“Saat kita memiliki 6 tempat penampungan air baku (DAM) yang beroperasi untuk dialirkan ke pemukiman warga. Kita Harapkan jangan sampai air bersih melimpah namun tidak dinikmatin oleh masyarakat. Bahkan Dam Tembesi dan Dam Sei Gong akan menambah pundi pundi sumber Air baku kita, bahkan untuk 20 tahun kedepan Batam juga akan kecukupan air bersih.”ujarnya

Dia juga berharap, selain mempersiapkan ketersediaan air baku, BP Batam juga akan meningkatkan kuantitas air bersih sehingga bisa dinikmati oleh masyarakat.

“Minum air bersih yang sehat, apabila kwalitas nya juga bagus.” Ucapnya

Sementara itu, Direktur Pengolahan Limbah dan Air, Binsar Tambunan mengatakan, bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan ATB terkait kendala pengaliran air bersih ke Pemukiman warga.

“Penyebab air bersih macet mengalir ke pemukiman dikarenakan sebahagian pemukiman daerahnya sangat tinggi, sehingga air tidak dapat mengalir daerah tersebut.”Ucapnya

Penyebab lain yakni Akibat kondisi iklim yang pada saat musim kemarau atau Musin elnino, yang terjadi sekali dalam 5-7 Tahun, kondisi iklim saat ini memasuki pada musim elnino tersebut. Dimana minimnya hujan, sehingga air baku di dam berkurang. Seperti yang terjadi pada Dam Sekupang, sumber air di Dam tersebut juga terus berkurang.

“Kondisi tersebut membuat air mengalir pada saat saat tertentu. Bahkan air bisa mati dan hidup pada saat tertentu saja yakni pada malam hari.” Ujar Binsar (B07)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here