Dugaan Penyimpangan DD Menguap, Warga Desak Penegak Hukum Telusuri Penggunaan DD di Desa Tinjul

0
373

LINGGA, INDEPENDENNEWS.COM — Aksi dugaan penggelapan anggaran dana desa Tinjul Kecamatan Singkep Barat Kabupaten Lingga TA 2018-2019 hingga ratusan juta rupiah menguap.

Tak terima Dana Desa dipergunakan untuk kepentingan Pribadi, warga Desa Tinjul desak aparat penegak hukum menelusuri penggunaan dana desa yang dikelola Mantan kepala Desa Tunjul pada anggaran tahun 2018-2019.

“Sejak kepergian Rostam Ependi mantan kades pada tanggal 28 Desember 2019 hingga 10 Mei 2020, tidak ada Itikat baik dari mantan kades untuk mempertanggung jawabkan apa yang dilakukannya selama masih menjabat sebagai Kades dulu”, ujar Abdul Latif mewakili masyarakat Desa Tinjul kepada Media. Senin (11/05/2020) di Desa Tinjul.

Dikatakan Latif, dugaan penggelapan Dana Desa oleh oknum mantan kadis Tinjul ini sudah lama mengendus kepermukaan, namun tidak ada tindakan dari pihak terkait seperti kecamatan, BPMD, Inspektorat termasuk juga pihak penegak hukum baik Kepolisian maupun pihak Kejari Lingga untuk menindak oknum mantan kades ini.

“Kita sangat menyayangkan tidak adanya tindakan penegak hukum untuk memproses mantan kades Tinjul ini. Sudah jelas-jelas ada dugaan penyimpangan Dana Desa tahun 2018-2019.” jelas nya kesal.

Menurut Abdul, Ada beberapa item pekerjaan pembangunan di desa Tinjul pada Tahun anggaran 2018 – 2019 tidak rampung dikerjakan akibat mantan kades salah dalam menggunakan anggaran dana desa.

“Kami memang tidak punya data detail namun dari hasil keterangan beberapa perangkat desa yang masih menjabat, serta hasil pantauan kami sebagai warga masyarakat, pekerjaan yang belum tuntas dikerjakan hingga kini diantaranya Gedung TPA, Penimbunan Jalan kampung bangsal, Pembuatan pompong transpoetasi antar desa dan banyak lagi yang lainnya. Dari beberapa item pembangunan fisik ini belum rampung sementara dana nya sudah habis,” paparnya.

Hal senada juga diungkapkan Muhammad Jailani salah seorang Rukun Tetangga (RT) yang masih menjabat membenarkan apa yang dipaparkan Abdul Latif.

“Apa yang dipaparkan saudara latif, Itu memang benar dan hingga kini pekerjaan tersebut masih terbengkalai salah satu pekerjaan yang belum rampung ada di wilayah RT saya sendiri. Dan yang lebih mengherankan lagi dalam laporan SPJ desa kwitansi pencairan anggaran pekerjaan yang belum rampung tersebut terlampir kwitansi pembayaran lunas sesuai yang dianggarkan disetiap aitem pekerjaan oleh pihak pelaksana pekerjaan”, pungkasnya.

(Suarman)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here