Dugaan Penipuan Jual Beli Mobil, Oknum PNS Kota Batam VEP Masuk Rana Hukum

0
367

BATAM, INDEPENDENNEWS.COM — Kasus dugaan penipuan yang dilakukan Oknum PNS Kota Batam berinisial VEP telah dilaporkan oleh Korban ke pihak kepolisian Polresta Barelang didampingi Penasehat Hukum Polma Nainggolan. SH dan Tony Antony Damanik. SH. S.Si

Berikut surat laporan Nomor : STTLP/41/I/2020/SPKT/Kepri/Resta Brlg terkait dugaan tindak penipuan jual beli mobil Daihatsu Xenia Nomor Polisi BP 1933 EH warna Abu-abu Tahun 2012, tempat kejadian di Restaurant Sea Food Hongi kecamatan Batam Kota dengan pelapor atas nama Hendri dan sebagai terlapor Videa Eka Putri.

Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Andri Kurniawan kepada Awak media ini membenarkan adanya laporan korban atas nama Hendri kepada pihaknya terkait tindak pidana penipuan jual beli mobil.

“Ya, benar ada laporan Polisi yang masuk terkait dugaan penipuan jual beli mobil dengan korban saudara Hendri. Selanjutmya kita akan cek dan pelajari laporan Polisi tersebut untuk diproses,” ujar Andri

Lanjut Andri, kedepannya akan dilakukan penyelidikan, apakah laporan itu masuk dalam kategori ranah pidana atau tidak. Sementara perkembangan laporan tersebut selanjutnya akan diterbitkan SP2P

“Kita akan buatkan SP2P yang akan dikirimkan kepada pihak si Pelapor Dan kita akan melakukan pemanggilan, seperti apa mekanisme nya akan berjalan dalam suatu proses,” kata Andri

Ditempat terpisah salah seorang Karyawan Wom Finance menuturkan bahwa BPKB atas nama pemilik Videa Eka Putri memang ada digadaikan di Wom Finance namun di sistem kita atau pun nama komsumen yang mengadaikannya atas nama Sri utari, dan angsurannya sudah di bayar sebanyak 7 kali pembayaran, namun karena pembayarannya mengalami macet masuk WO (Write Off)

” Dalam setiap pengajuan dana Pinjaman di Wom Finance, kita sudah lakukan cek data calon konsumen dan surat jual beli kenderaan yang diajukan apabila BPKB nya bukan atas nama pribadi (atas nama orang lain), bahkan kita lakukan surve dan cek kembali lagi ke bagian analis credit. Semua yang kita lakukan berdasarkan Standar Operasional Perusahaan (SOP). “ujar Simber yang tidak mau namanya dipublikasikan

Tim Kuasa Hukum Hendri, Nainggolan. SH didampingi rekannya Tony Antony Damanik. SH. S.Si mengharapkan supaya pihak Kepolisian secepatnya dapat memproses kasus ini agar segera bisa dilimpahkan berkas P21 nya ke kejaksaan dan masuk kepersidangan.

Selanjutnya, setelah masuk kepersidangan nanti kita akan mengugat kembali secara perdata untuk menggugat harta pribadinya atau dari gajinya untuk mengembalikan kerugian klien kami,

Klien kami dirugikan berlipat ganda, baik secara materi, waktu, biaya operasional dan biaya lain-lain yang kita perkirakan totalnya berkisar Rp. 170.000.000

“Apabila tidak mau berdamai nanti si Ve akan dua kali rugi, satu sisi dia menjalani pidana yang kedua hartanya akan kita Sita senilai kerugian klien kami, jangan dia (Ve) pikir apabila sudah menjalani hukum pidana menjadi lunas hutang, itu tidak ada dalam hukum, setelah nanti nya ada keputusan pengadilan menyatakan dia bersalah dan dihukum secara pidana maka muncul hak kita untuk menuntut hak klien kami secara hukum perdata.” Tutup Polma ( Very)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.