Drainase Jalan Gereja Kavling Baru Telan Uang Negara Rp 1,4 Miliar Timbulkan Masalah Baru

0
831

Batam-Pembangunan Proyek Drainase  Jalan Gereja, Kavling Baru, kelurahan Sungai Langkai, Kecamatan sagulung, Kepulauan Riau Dinilai sumber malapetaka bagi warga Perumahan Graha Nusa Batam, pasalnya sejak pembangunan Drainase tersebut menimbulkan daerah perumahan Nusa Batam kerap Langganan banjir.

Pantauan independennews.com, seperti pada Hari ini ,Jumat (22/4/17) , hujan yang mengguyur Batam sejak pukul 06.25 WIB hingga pukul 07.45 WIB menimbulkan Ruas Jalan Gereja Kavling Baru tergenang air dengan ketinggian sekitar 50-60 cm.

“Luapan air tersebut dipastikan karena Drainase tidak mampu menampung debit air. Sehingga air meluber hingga kebadan jalan dan kelingkungan Perumahan Graha Nusa Batam yang mengakibatkan perumahan tersebut banjir.

“Sangat disayangkan bangunan drainase yang menelan anggaran sebesar Rp 1.4 miliar lebih malah  menimbulkan masalah baru bagi warga kawasan terpadu graha Nusa Batam.

“Sungguh sangat disayangkan yang semestinya pembangunan pada dasarnya  haruslah  mengaku pada solusi yang bagi masyarakat, tapi Proyek Drainase yang menelan uang negara sebesar Rp1.4 Miliar sangat jauh dari harapan. Sebab dengan adanya bangunan drainase malah menimbulkan permasalahan baru.

Padahal sangat jelas dalam aturan, sesungguhnya sebelum dilakukan pembangunan ada tim konsultan perencanaan pembangunan, semestinya tim perencanaan tersebut harus mempelajari Situasi dan kondisi (sikon) dilapangan.

“Drainase itu nyata tidak berfungsi sama sekali, karena bangunan drainase itu hanya menimbulkan masalah baru bagi masyarakat sekitar Nusa batam. Sebab  hampir setiap kali hujan turun menimbulkan masalah banjir di wilayah proyek drainase tersebut.

Salah seorang warga kawasan terpadu graha Nusa Batam  yang tidak mau namanya dipublikasikan mengatakan bangunan drainase yang menghabiskan uang negara miliaran itu sama sekali menimbulkan masalah baru.
“Yah, drainase itu  menjadi titik permasalahan banjir di kawasan Nusa Batam . Padahal sebelum ada bangunan drainase itu Perumahan Graha Nusa Batam sejak saya tinggal 9 tahun silam hingga saat ini, menurut hemat saya masalah banjir seperti ini tidak pernah terjadi.”ujarnya

Lebih jauh sumber mengatakan proyek drainase yang menghabiskan uang negara miliaran itu, hanya untuk menghambur hamburkan uang negara.

“Kabid SDA PU, yang sebelumnya dijabat oleh Kadis Tata Kota, Suhar.ST yang dianggap paling bertanggung jawab atas bangunan drainase yang saat ini telah menambah permasalahan baru bagi warga sekitar pembangunan drainase Abal Abal.

Hingga berita ini  di unggah Suhar ST mantan Kabid SDA PU Kota Batam, tak dapat dijumpai karena jarang masuk kantor. (Redaksi/groups AMSI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here