DPD PEKAT IB Desak Polisi Selidiki Perdagangan Ijazah Palsu Sampai Akarnya

0
506

TEBO, INDEPENDENNEWS.COM, Seiring berjalannya proses persidangan di pengadilan negeri tebo perkara tindak pidana, dugaan ijasah palsu anggota DPRD Tebo Jumawarzih ahkirnya mengungkap banyak fakta fakta tentang perdagangan produk gelar sarjana ber ijazah palsu. Jaringan perdangan Ijazah palsu ini sangat teroganisir dengan baik, pasalnya melibatkan Kampus.

Menanggapi kasus Ijazah Palsu yang tengah bergulir di Pengadilan Negeri Tebo itu, mendapat perhatian dari kalangan masyarakat, secara Khusus Ormas Dewan Pimpinan Daerah Pembela Tanah Air (DPD PEKAT IB) Kabupaten Tebo.

Ketua DPD PEKAT IB Hafizan Romy Faisal mendesak aparat kepolisian untuk menuntaskan kasus perdagangan Ijazah palsu sampai ke akar-akar nya.
“Kita minta Kepolisian untuk menangkap seluruh jaringan perdagangan ijazah palsu, tentunya polisi harus mencari dari dimulai akarnya yakni kampus yang memperdagangkan, lalu kakinya dan pembeli nya.”ujar Romy kepada media, Jumat (22/11/19) di Tebo

Dikatakan Romy, dengan terungkap nya dalam persidangan Kasus Ijazah Palsu milik salah seorang Anggota DPRD Tebo yang disidangkan di PN Tebo menunjukkan bahwa perdagangan ijazah palsu sudah lama berlangsung.

“Perdagangan Ijazah palsu tentu mencederai dunia pendidikan. Ini sangat merusak moral bangsa, coba bayangkan Ijasah diperoleh secara Intans dengan membayar Rp 20 -30 juta saja, jika ini terus terjadi maka bukan tidao mungkin generasi bangsa ke depan akan semakin rusak, karena tanpa sekolah saja bisa mendapatkan Ijazah tanpa melalui proses akademik.” terang Romi.

Dia juga mengaku telah mendengar informasi dari berbagai media dan masyarakat, bahwa kasus Ijazah palsu itu telah banyak menyedot perhatian dari seluruh kalangan masyarakat. Kasus yang melibatkan Anggota DPRD Jumawarzih.
” Yang menjadi perhatian kita, bukan soal ijazah palsu yang di miliki oleh Jumawarzih saja, tetapi ada hal yang paling menyedot perhatian kita yakni mengungkap jaringan perdagangan Ijazah Palsu tersebut, kita mau kepolisian mengungkap jaringan nya.” ujarnya dengan Nada Kesal.

Lebih lanjut dikatakannya, Mereka ini jaringan dan bisa saja tersebar di seluruh wilayah indonsia, faktanya para saksi mengatakan kalau mereka itu di wisuda secara bersama sama artinya ada banyak orang yang di Wisuda saat itu yakni 200-300 orang, bisa saja lebih, mawarzi cs saja yg tidk mengikuti proses perkuliahan bisa saja sebagian besar tidak ada yang mengikuti proses belajar semestinya.

Kemudian di jelaskannya lagi bisa saja diantara para pemilik ijzah palsu itu saat ini ada yang sedang memamfaatkan fasilitas negara karana gelar bodong itu,misalnya bekerja di perusahaan perusahaan milik negara dan daerah (BUMD,BUMN) atau mungkin jadi pejabat publik lainnya.

Dia menganggap bahwa kasus tersebut adalah persoalan serius yang perlu di ungkap sampai ke akar-akarnya oleh pihak yang berwajib tutupnya.

Pengungkapan kasus ijazah palsu juga merupakan bagian dari revolusi mental yang saat ini sedang di gaungkan oleh presiden.(tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here