DLH Kota Batam Tegakkan Perda No 11 Tahun 2013, Lima Orang Pelanggar Diamankan

0
108
Foto : Spanduk Larangan Buang Sampah Sembarangan di TPS Pasar Aviari , Kecamatan Batuaji , Batam

INDEPENDENNEWS.COM, Batam – Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, berkoordinasi dengan pihak Kecamatan Batu Aji, Babinsa dan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Batam, melakukan razia terhadap warga yang membuang sampah sembarangan.

Razia ini dilakukan di bagian belakang komplek pusat perbelanjaan Aviari Plaza, atau tepatnya di Genta II belakang, Kelurahan Buliang, Kecamatan Batu Aji, pada hari Jumat (24/04/2021 dini hari pagi.

Dari razia yang dilakukan hingga pukul 01.15 Wib dini hari, petugas sudah berhasil mengamankan lima orang warga, beserta dengan kendaraan berupa sepada motor yang kedapatan membuang sampah diareal terlarang, atau di areal yang sudah diberi spanduk peringatan terkait larangan pembuangan sampah.

Dari razia yang dilakukan diketahui, warga yang kedapatan membuang sampah secara sembarangan tersebut rata-rata adalah warga yang berdagang makan di daerah sekitar.

Atas tindakan buruk warga yang kedapatan melakukan pembuangan sampah secara sembarangan, salah seorang wanita paruh baya yang mengaku sebagai pegawai di Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam mengatakan, akan memberikan berupa sanksi denda terhadap lima orang warga yang sudah kedapatan membuang sampah secara sembarangan tersebut.

“Itu jelas Perda nomor 11 tahun 2013. Dan itu dendanya pun sudah jelas, dan saya lihat bapak sudah foto tadi, dan kami menegakkan peraturan itu,” jelasnya.

Selain itu, Arman, selaku Kepala Seksi Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam yang ikut melakukan razia dilokasi menambahkan, bahwa razia penegakan Perda terhadap pelaku pembuang sampah sembarangan tersebut dilakukan secara serentak, di seluruh wilayah Kecamatan yang ada di Kota Batam.

“Razia penegakan Perda terhadap pelaku pembuang sampah sembarangan ini dilakukan secara serentak di Kota Batam,” ucapnya.

Adapun sanksi yang akan diberikan terhadap pelaku pelanggar Perda Kota Batam nomor 11 tahun 2013 tersebut, dimana setiap pelaku akan dikenakan sanksi berupa denda sebesar Rp. 2.500.000,00 (dua juta lima ratus ribu rupiah).(Ls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here