Disparbud Lingga Promosikan Destinasi Obyek Wisata Bunda Tanah Melayu

0
134
Foto : Kegiatan Talk Show Dinas Parawisata Kabupaten Lingga yang digelar di Batam, Sabtu (27/11/21)

IndependenNews.com, Lingga | Pemerintah Kabupaten Lingga, melalui Dinas Pariwisata gandeng Dekranasda dan Masyarakat Sadar Wisata (Massata) Kepri, menggelar Talk Show Explore Lingga Bunda Tanah Melayu, Sabtu Pekan lalu di Kampus Tourism Polytechnic (BTP) Batam.

Sekretaris Dinas Pariwisata Lingga, Zalmidri mengatakan bahwa kegiatan digelar guna mempromosikan beragam destinasi wisata Kabupaten Lingga, selain itu untuk memrlbentuk sinergitas antara pemerintah daerah dan pelaku pariwisata, seperti para traveler, badan promosi pariwisata, pelaku ekonomi kreatif

Dinas Pariwisata Lingga mengajak para pelaku usaha travel menjadikan Kabupaten Lingga sebagai Destinasi yang wajib dikunjungi pada wisata sejarahnya.

“Para peserta merupakan stakeholder pariwisata se-Kepri yang kami undang, banyak pariwisata di Lingga yang kami paparkan seperti wisata Sejarah, Bahari, bahkan wisata minat khusus,” jelas dia.

Sementara Ketua Dekranasda Kabupaten Lingga, Maratusholiha Nizar mengatakan UMKM Lingga, Tumbuh dan Tangguh dengan memfokuskan dua hal yakni tantangan dan peluang pengembangan UMKM di Kabupaten.

Musibah Covid 19 dalam dua tahun terakhir merontokkan hampir semua jenis usaha. Pariwisata babak belur, pertanian, perdagangan dan manufaktur terkena dampak yang luar biasa. Tetapi sektor yang tetap eksis hanya bisnis telekomunikasi dan UMKM. Meski terkena dampak, namun UMKM tetap survive di masa pandemi. Bahkan, ada beragam jenis UMKM bermunculan dimasa pandemi.

Kabupaten Lingga memiliki potensi UMKM yang besar dan belum tergarap maksimal. Pihaknya berencana mengangkat dua khazanah warisan budaya Tudung Manto dan Batik Lingga.

“Tudung Manto itu warisan budaya tak benda (WBTB) nasional asal Kabupaten Lingga yang ditetapkan pemerintah pusat dan juga sudah ada HAKI-nya dari Kementerian Hukum HAM. Saya ingin agar orang tahu bahwa inilah khazanah warisan budaya kami. Berbagai upaya telah kami lakukan agar ke depannnya Tudung Manto dan Batik Lingga makin eksis,” jelas dia.

Selain dua tadi, Dekranasda juga menginventarisasi dan mengkaji tentang potensi UMKM hingga tingkat desa. Dia berharap setiap desa mampu menciptakan produk (one village one product). Seperti anyaman dari rotan yang bisa berkembang di Desa Kelumu. Anyaman rotan juga sudah ditetapkan jadi WBTB Indonesia asal Kabupaten Lingga.

“UMKM Kabupaten Lingga saya yakin akan tumbuh dan tangguh selagi kita terus bekerja keras. Kuncinya pada pendataan UMKM yang akurat, mencari solusi permasalahan yang ada dan membuka setiap peluang yang ada. Kita manfaatkan kemajuan dunia teknologi informasi dalam pengembangan UMKM. Dunia digital, dunia online jadi peluang,’ jelas dia dalam Talk Show tersebut.

Maratusholiha memperkenalkan produk-produk unggulan Kabupaten Lingga berupa kerajinan-kerajinan yang banyak dihasilkan oleh pengrajin-pengrajin Seperti Tudung manto, Batik Lingga, Leka dll, serta makanan-makan tradisional dan oleh-oleh jajanan yang lebih kekinian yang berbahan sagu yang bisa dijadikan oleh-oleh dari Kabupaten Lingga.

Ketua Massata Kepri, Raja Fahrurazi, menerangkan bahwasannya sejarah telah mencatat Kerajaan Melayu termasyhur bertitah di pulau Lingga, sebelum akhirnya terpecah oleh masuknya penjajahan Inggris dan Belanda.

Sehingga dapat ditetapkan, Lingga Bunda Tanah Melayu disamping beberapa alasan lainnya.

“Jadi memang, potensi wisata sejarah di Lingga menjadi sangat menarik dengan karakteristik yang ada. Cagar budaya yang masih dapat dilihat, menjadi daya tarik,” kata dia.

Hadir sebagai narasumber, Ketua Dekranasda Kabupaten Lingga, Maratusholiha Nizar dan mantan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lingga, Raja Fahrurrozi selaku Ketua dari Massata Kepri. (juhari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here