Diduga Terpapar Positif Covid 19, Gadis Belia Ini Histeris Saat Dijemput Paksa Petugas Kesehatan

0
151

BATAM-INDEPENDENNEWS.COM–Wabah covid-19 yang melanda dunia pada awal tahun 2020, menimbulkan berbagai hal yang mungkin dianggap kurang lazim.

Selain menimbulkan banyak fenomena, Covid-19 juga menimbulkan banyak kontroversi dikalangan masyarakat, baik masyarakat yang ragu tentang mekanisme penetapan pasien positif Covid-19.

Seperti yang baru-baru ini beredar video penjemputan paksa seorang gadis belia yang diduga dilakukan oleh sekelompok tim medis dan juga petugas dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap.

BACA JUGA :

Ada dugaan penjemputan paksa gadis beliau tersebut berada dilokasi wilayah Kecamatan Lubuk Baja-Batam. Hal tersebut dapat disimpulkan dimana mobil Ambulance yang digunakan untuk menjemput pasien yang diduga pasien Covid-19 menggunakan Ambulance milik Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau. Pada mobil Ambulance tersebut terlihat jelas bertuliskan UPT Puskemas Lubuk Baja.

Tonton Video Amatirnya …

Dalam video penjemputan paksa yang dilakukan oleh para petugas dengan APD lengkap tersebut, terlihat gadis belia yang dijemput paksa berteriak histeris, sembari meronta-ronta. Namun para petugas tetap melakukan penarikan paksa untuk memasukkan gadis beliau tersebut kedalam mobil Ambulance milik UPT Puskesma Lubuk Baja.

Sedangkan pada video lanjutan, terlihat salah seorang ibu yang diduga orang tua dari gadis belia yang dijemput paksa, melakukan protes terhadap petugas. Dari tayangan video dapat disimpulkan bahwa wanita paruh baya tersebut tidak terima anaknya ditetapkan sebagai pasien Covid-19.

BACA JUGA :

“Takut kau kalau Corona, kau pikir aku gila? Kalian yang gila bawa aku kemari, kau bentak dia,” ucap ibu dalam video tersebut.

Selain itu ibu paruh baya tersebut mengatakan, “Takut kau kalau ini divideokan, ucapnya lagi. Menanggapi perkataan ibu tersebut terdengar salah seorang mengatakan, “Ibu mau dikarantina apa tidak,” ucap salah seorang yang diduga adalah salah satu petugas.

Mendapat pertanyaan tersebut, ibu paruh baya tersebut menjawab, “Suka hati kau pokoknya aku kau kasih makan, karena aku nggak ngerti,” ucapnya lagi.

Selain itu ibu paruh baya ini juga kepada orang-orang disekitar mengaku telah menjilat air liur dari salah seorang pasien positif Covid-19, namun meski ibu paruh baya ini mengaku telah melakukan hal tersebut, ia mengaku hingga saat ini dirinya tidak positif Covid-19.

Hal itu menurutnya telah dibuktikan dari tiga kali test Swab yang dilakukan. Bahkan hasil Swab tersebut menurutnya didapat dari salah satu Rumah Sakit terkenal di Kota Batam.

“Takut dia terbongkar, dibilangnya Pendeta Corona, inilah yang menjilat air liur. Aku periksa di Rumah Sakit swasta kok malah ditangkapnya. Takut ketahuan ya, takut ketahuan ya divideo,” ucap ibu paruh baya tersebut.

Mendengar penjelasan ibu tersebut, salah seorang terdengar kembali bertanya. “Hasilnya apa,” ucap orang tersebut.

Dan ibu tersebut menjawab, “Hasilnya negatif. Sudah tiga Rumah Sakit kudatangi, hasilnya negatif. Sudah di swab di Awal Bros, negatif. Hasilnya ada. Tadi pas lagi ngambil hasil saya ditangkap,” ucap ibu tersebut dengan nada tinggi yang menunjukan kejengkelan yang dirasakannya.

BACA JUGA :

Melihat video yang beredar dan viral di Kota Batam, wartawan media ini mencoba menghungbungi Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Dr. Didi Kusmarjadi, Selasa (25/08/2020) untuk dimintai keterangan, terkait adanya dugaan kesalahan dalam penjemputan paksa terhadap salah seorang yang diduga terpapar positif Covid 19, yang diduga dilakukan oleh tim Covid-19.

Namun Kepala Dinas Kota Batam sendiri yang dihubungi oleh wartawan media ini belum berhasil dimintai keterangan terkait beredarnya video tersebut. Dimana Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Kesehatan seharusnya memberi respon cepat dan keterangan yang jelas terhadap persolan ini. Sebab persoalan ini menyangkut traumatis terhadap psikologi dari gadis belia yang dijemput paksa tersebut.(red)

BACA JUGA :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.