Desa Lumban Sialaman Tertinggal di Kecamatan Paranginan, Ada Apa?

0
314

HUMBAHAS, INDEPENDENNEWS.COM –Salah satu usaha dan program Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam melakukan pemerataan di seluruh wilayah Indonesia adalah melalui penyaluran Dana Desa yang dialokasikan khusus dalam APBN sejak tahun 2015.

Namun, usaha Jokowi untuk melakukan pemerataan terkesan tidak dirasakan oleh masyarakat Desa Lumban Sialaman, Kecamatan Paranginan, Kabupaten Humbang Hasundutan. Pasalnya, penyaluran Dana Desa di Lumban Sialaman dinilai tidak efektif dan amburadul.

Hal ini sesuai dengan penelusuran Independennews.com di Desa Lumban Sialaman. Dimana, dari 11 Desa yang ada di Kecamatan Paranginan, Desa Lumban Sialaman adalah termasuk Desa tertinggal dari segi Infrastruktur jalan yang hancur-hancuran dan SDM desa yang terkesan berjalan di tempat.

Terkait adanya proyek pembangunan di Desa Lumban Sialaman. Independennews.com mendapati setiap proyek berjalan tanpa plang nama. Kuat dugaan adalah modus KKN, supaya masyarakat tidak bisa mengawasi proyek Desa tersebut.

Salah-satu warga Lumban Sialaman saat ditemui di Desa Lumban Sialaman menjelaskan, pihaknya tidak mengetahui persis seperti apa pengawasan penyaluran Dana Desa di Desa Lumban Sialaman.

“Kita tidak mengetahui besaran anggaran bantuan Dana Desa. Bahkan adapun pembangunan di Desa ini, kita tidak mengetahui dari mana asalnya dan berapa anggarannya,” kata Sumber kepada Independennews.com belum lama ini.

Sumber menambahkan, sejak adanya bantuan dana dari Pusat, pihaknya hanya sebagai penonton kemana uang tersebut di salurkan.

“Bapak liat saja apa yang terjadi di kampung ini, kita bingung mau bilang apa, ada proyek Desa, kita tidak tahu dari mana asalnya dan berapa anggarannya. Jadi ngimana kita mau mengawasi, yah seperti inilah yang terjadi di Desa ini,” ungkap sumber.

Sumber meminta pihak terkait melakukan Cek and Ricek terkait penyaluran Dana Desa di Lumban Sialaman sejak 2015 lalu. Dimana, pihaknya menduga ada yang janggal dengan penyaluran Dana Desa di Desa Lumban Sialaman dari Desa lainnya di Kecamatan Paranginan.

Sementara itu. Kepala Desa Lumban Sialaman yang baru menjabat awal tahun 2020, mengatakan dirinya baru di lantik menjadi Kepala Desa Lumban Sialaman. Terkait proses penyaluran Dana Desa di Lumban Sialaman dirinya mengakui hal tersebut adalah masa tugas Kepala Desa yang digantikan dirinya.

“Saya baru di lantik kemarin, bagaimana saya mengetahui terkait penyaluran Dana Desa sejak 2015, itu urusan Kepala Desa lalu lah,” ungkap Betman Siburian, (20/1/2020).

Perlu diketahui, sampai saat ini, kurang lebih 900 Kepala Desa di seluruh Indonesi tertangkap dengan kasus Dana Desa. Sehingga Presiden Jokowi menginginkan agar penyaluran Dana Desa benar-benar efektif dan berdampak signifikan pada Desa. terutama dalam percepatan ekonomi produktif, menggerakkan industri di pedesaan, serta mengurangi kemiskinan desa. 

(Pino Siburian)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.