CV Agung Motor di Tebo Diduga Langgar UU Ketenagakerjaan, LSM Pekat Dampingi Julhadi Lapor Dinas Terkait

0
475

TEBO, INDEPENDENNEWS.COM — Julhadi (39) salah satu mantan karyawan perusahaan CV. Agung Motor di Kelurahan Muaro Tebo, Kecamatan Tebo Tengah Kabupaten Tebo, mengaku mengalami kecelakaan kerja yang menyebabkan jari tangan kirinya harus diamputasi.

Julhadi adalah mantan karyawan CV Agung Motor mengalami kecelakaan saat bertugas mangampas yang membuat dua jari kirinya harus di amputasi. Namun sangat disayangkan saat itu Julhadi tak mendapatkan Fasilitas BPJS Ketenagakerjaan. Sehingga seluruh biaya perobatan ditunggung Perusahaan.

Dikisahkan Julhadi, bahwa Dia sudah bekerja di Perusahaan CV Agung Motor selama dua setengah tahun sejak bulan April 2017 sampai 2 September 2018, dengan Jabatan sebagai Sales Lapangan.

Naas menimpa Julhadi, yang mana saat menjalankan tugas Julhadi mengalami kecelakaan yang mengakibatkan 2 jari kiri nya harus di amputasi.

Biaya pengobatan, Kata Julhadi, saat itu ditanggung penuh oleh perusahaan dengan mengunakan visa perusaahaan sebesar 25 juta, yang semestinya jika dimasukkan dalam BPJS Ketenagakerjaan seharus nya biaya tersebut di tanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan.

“Saya bekerja di CV Agung Motor selama 2 tahun setengah. Namun tidak ada perjanjian tertulis yang diberikan oleh prusahaaan tentang status kerja saya. Dan perusahaan tidak memberikan Fasilitas BPJS Ketenagakerjaan, sehingga pada saat saya mengalami kecelakaan tidak mendapatkan santunan,” beber Julhadi kepada Awak Media ini di kantor Ormas Pekat Tebo, Senin (10/2/20) kemarin.

Lanjutnya, atas kecelakaan yang saya alami, pihak perusahaan berjanji akan membayar santunan sebesar Rp15 juta rupiah, pada SK notaris pertama, namun pada peraktek nya malah di cicil 5 juta perbulan dan tidak sesuai dengan perjanjian pertama.

Dia juga mengungkapkan bahwa selama bekerja dalam dua setengah tahun di perusahaan CV. Agung Motor, Dia tidak mendapatkan upah sesuai dengan UMK atau UMR sebagai mana diatur dalam UU Ketenagakerjaan.

” Tak ada gaji pokok atau gaji bulanan, saya hanya menerima gaji sesuai dengan omset penjualan dihitung dari penjualan nya dengan komisi Rp 200 ribu per unit, ditambah uang makan Rp 20 ribu per hari dan uang pulsa 50 ribu perbulan.” tuturnya

Mengingat tuntutan hidup sangat berat, sambung Julhadi, saya mengundurkan diri dengan meminta santunan jaminan kesehatan sebesar Rp 25 juta rupiah dan Saat itu perusahaan menyanggupi sebesar Rp15 juta Rupiah. Tetapi setelah saya mengundurkan diri, dana santunan yang pernah dijanjikan CV Agung Motor sampai sekarang belum saya terima.

Atas perlakuan yang dialaminya, Julhadi meminta ormas Pekat Tebo untuk mendampingi nya untuk mencari solusi kepada instansi instansi terkait untuk mendapatkan hak nya, sebagaimana peraturan yang sesuai dengan undang undang Ketenagakerjaaan yang berlaku.

Julhadi berharap agar prusahaan bisa konsekuen dengan perkataan nya dengan membayar uang santunan tepat waktu dan semua sesuai dengan undang undang Ketenagakerjaan dan undang undang tentang keselamatan bekerja. (FDH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.