BP Batam Gelar Audiensi Koordinasi Pencegahan Korupsi dengan KPK

0
88

Independennews.com, Batam – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi memberikan pengarahan kepada para Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) tingkat 1 dan 2 di lingkungan BP Batam, di Balairungsari Gedung BP Batam, Batam Centre, Kamis (25/03/21).

Rudi mengungkapkan bahwa kunjungan Tim Direktorat Koordinasi dan Supervisi Wilayah I KPK RI pada hari ini dapat memberikan pencerahan dan informasi penting untuk pegawai di lingkungan Badan Pengusahaan Batam.

Baca juga : Wakil Walikota Amsakar Apresiasi Teknologi Proliga Peningkatan Hasil Panen Cabai Merah

“Karena adaya pencerahan yang sudah diberikan oleh Tim Supervisi dari KPK, hari ini saya minta kepada semua PPK tidak ada lagi kekhawatiran untuk melaksanakan tugasnya, apalagi proyek yang harus dikerjakan BP Batam banyak. Jadi target penyerapan anggaran hingga 96% mudah-mudahan bisa tercapai,” harapnya.

Rudi mengungkapkan bahwa masih ada beberapa hal yang belum bisa dilaksanakan oleh BP Batam yakni laporan dari masyarakat sesuai yang disarankan oleh KPK. “ke depan akan kami tindaklanjuti dengan cepat dan menjadi keterbukaan antara BP Batam dengan masyarakat,” tegasnya.

Baca juga : Menkomarves Resmikan BLE, Rudi Dukung BLE Jadi Pilot Project Nasional

Kepala Satuan Tugas Koordinasi dan Supervisi Wilayah I KPK R, Maruli Tua mengatakan bahwa ada beberapa hal yang disampaikan kepada BP Batam dalam kunjungan kali ini.
“BP Batam merupakan salah satu lembaga dan juga stakeholder yang memiliki peran sangat penting untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepri, bahkan ekonomi nasional,” ungkap Maruli.

Ia juga menjelaskan bahwa KPK adalah lembaga yang bukan hanya melakukan penindakan korupsi, tapi juga pencegahan korupsi.

Baca juga : BP Batam Umumkan  Pemenang Lelang KPBU Bandar Udara Hang Nadim Rp6 Trilliun, Ini Pemenangnya 

“Terkait dengan dimensi pemberantasan korupsi, KPK bukan hanya menjalankan tugas melakukan penindakan korupsi, lebih luas dari itu, KPK adalah lembaga pemberantasan korupsi yang mengedepankan penguatan kelembagaan pencegahan korupsi,” jelasnya.

“BP Batam merupakan BLU yang penting dan mempunyai misi yang besar, serta risiko terjadinya korupsi, sehingga KPK ingin BP Batam membangun whistleblowing system yang terintegrasi langsung dengan KPK dan juga penguatan pencegahan terkait dengan LHKPN dan pelaporan gratifikasi,” tambahnya.

Baca juga : DPRD Kota Batam Akan Telusuri Pemotongan Kapal oleh PT. GTI Tak Kontongi Izin

Maruli juga berharap kolaborasi antara BP Batam dengan Pemerintah Daerah dapat terus berjalan dengan baik.

“Kami optimis dengan adanya kerja sama yang baik, dua lembaga antara BP Batam dengan Pemerintah Daerah dengan satu nakhoda, di aspek perizinan, penertiban aset-aset dan pencegahan korupsi di sektor revenue, maka pencegahan korupsi dapat dilaksanakan dengan baik, serta memberikan manfaat ke masyarakat Batam dan Provinsi Kepri,” tuturnya.

Baca juga : Silaturahmi Kapolri dan Pimpinan BRI Bawa Angin Segar Dunia UMKM

Turut hadir juga dalam acara audiensi koordinasi pencegahan korupsi, Wakil Kepala BP Batam, Purwiyanto; Anggota Bidang Administrasi dan Keuangan, Wahjoe Triwidijo Koentjoro; Anggota Bidang Kebijakan Strategis, Enoh Suharto, Anggota Bidang Pengelolaan Kawasan dan Investasi, Sudirman Saad; dan Anggota Bidang Pengusahaan, Syahril Japarin. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here