BP Batam dan Lion Gruop Tandatangani Adendum Kerjasama, Nilai Investasi BAT Rp7,29 Trilliun

0
197

Independennews.com, Batam – Badan Pengusahaan (BP) Batam dengan Perusahaan Maskapai Lion Group menandatangani addendum perjanjian kerja sama pengelolaan lahan MRO Batam Aero Technic, pada Rabu (14/4/2021) bertempat di Marketing Centre BP Batam.

Naskah Addendum antara BP Batam dan Lion Air tentang Sewa Lahan MRO Batam Aero Technic;(BAT) ditandatangani oleh Anggota Bidang Pengusahaan, Syahril Japarin, dan Direktur Utama Batam Aero Technic (BAT) I Nyoman Rai Pering yang disaksikan langsung oleh Wakil Kepala BP Batam, Purwiyanto dan Presiden Direktur (CEO) Lion Group, Edward Sirait.

Atas Penandatanganan Adendum tersebut, Wakil Kepala BP Batam, Purwiyanto, berharap dapat memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak dan tentunya dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi bagi Kota Batam.

Anggota Bidang Pengusahaan, Syahril Japarin, mengatakan, Addendum perjanjian ini tidak lain adalah sebagai salah satu bentuk dukungan BP Batam dalam memberikan kepastian berinvestasi.

“Kemudahan dalam berinvestasi di Kota Batam,” ucap Syahril Japarin.

Pada era pandemi Covid-19, Sambung Syahril, tentunya dunia usaha dihantam berbagai macam persoalan yang bisa dikatakan tidaklah mudah untuk para pelaku usaha.

“Sesuai amanat dari Pemerintah Pusat sebagai pengelola Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas dan investasi, sangat memahami apa kebutuhan dari dunia usaha. Selagi kebutuhan tersebut bisa diakomodir dan tidak bertentangan dengan hukum akan kami berikan atau penuhi kebutuhan tersebut, tidak lain agar investasi di Batam terus meningkat dan tetap menjaga keberlangsungan industri eksisting di Batam,” ujar Syahril Japarin.

Sementara itu, Direktur Lion Group, Edward Sirait menyampaikan, penandatanganan addendum ini salah satu langkah untuk membuat kami lebih fleksibel dalam bernegosiasi dengan mitra-mitra kami di luar negeri yang juga merupakan Maintenance, Repair and Overhaul (MRO).

“Kami akan lebih fleksibel dalam bernegosiasi dengan mitra-mitra kami di luar negeri yang juga merupakan Maintenance, repair and overhaul (MRO). Salah satu yang mereka minta ialah landasan atau legalitas yang menyangkut keberadaan kami di Batam, seperti status lahan dan kepastian hukum yang lebih meyakinkan,” kata Edward Sirait.

Dia juga menyampaikan bahwa nilai investasi lion Group untuk pembangunan Batam Aero Tecnic (BAT) mencapai sebesar Rp 7,9 Triliun.

“Untuk saat ini pembangunan mantenance hangar A dan B telah terbangun yakni Maintenance Hangar senilai Rp 770 Miliar dan Maintenance Hangar, were House senilai Rp 1,34 Trilliun. Dan etape ke tiga yang sedang dalam tahap pembangunan yakni Mantenance Hangar dan Supporting dan Public Fasility senilai Rp 1.24 Triliun akan diselesaikan pada tahun ini,” ujar Eduward Sirait.

Lanjut Eduward, tahap pembangunan selanjutnya ada dua tahap yakni Mantenance Hangar dan Component Shop, target konstruksi tahun 2022-2024, dan mantenance Hangar target konsttuksi 2028-2030 dengan total lahan yang akan dipakai seluas 30 hektar.

Dengan adanya Kawasan Ekonomi Khusus Batam Aero Technic (BAT), KEK BAT akan menghemat devisa negara hingga 65-70% dari kebutuhan MRO Maskapai penerbangan nasional senilai Rp26T/tahun yang selama ini mengalir ke luar negeri, dari masa konstruksi hingga operasional diestimasikan KEK BAT akan memperkerjakan 9.976 tenaga kerja, KEK BAT dalam jangka menengah diharapkan mampu menangkap peluang dari pasar Asia Pasifik yang memiliki sekitar 12.000 unit pesawat dan nilai bisnis sebesar US$ 100 M pada tahun 2025.

Hadir dalam acara penandatanganan adendum tersebut diantaranya Wakil Kepala BP Batam, Purwiyanto; Anggota Bidang Administrasi dan Keuangan BP Batam, Wahjoe Triwidijo Koentjoro; Direktur Badan Usaha Bandara dan Teknologi Informasi dan Komunikasi, Amran; Kepala Pusat Pengembangan KPBPBB Dan KEK, Endry Abzan; Kepala Biro Hukum, Mochammad Nasrun; dan Kepala Biro Umum, Budi Susilo. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here