Bekas Bogem Hiasi tubuh Irzan Wartawan Harian Jayapos

0
892
Poto Wajah wartawan Harian Jayapos yang dianiaya (HJ)

Pali-Penganiayaan terhadap wartawan Harian Jayapos baru baru ini di pali, Provinsi Sumatera Selatan. Menambah suram dunia jurnalis ditanah air. Kekerasan demi kekerasan semakin menghantui dunia jurnalis ditanah air.

“Perlakuaan tindak kekerasan terhadap wartawan tak terlepas dari lemahnya penegakan hukum di Tanah air. Sehingga wartawan yang sedang menjalankan tugas kerap teraniaya, baik itu oleh masyarakat, pejabat ataupun aparat berwajib.

Seperti halya yang terjadi baru baru ini di Medan sumatera Utara, sejumlah wartawan yang sedang menjalankan tugas dihadang dengan senjata oleh aparat keamanan. Hal serupa juga dialami salah seorang wartawan harian jayapos di pali baru baru ini.

“Kekerasan yang dialami oleh Wartawan di wilayah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), bernama Irzan Jurnalis Harian Jaya Pos.

Awalnya peneganiayaan terjadi, Irzan Jurnalis usai melakukan peliputan dan tugasnya dalam acara pembagian Buku tabungan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Kabupaten PALI di Sumberjo, sepulang dari liputannya wartawan Harian Jaya Pos dihadang oknum mantan Pegawai Bappeda dan melancarkan bogemnya ke bagian tubuh Izan hingga mengalami luka lebam dibeberapa bagian di tubuh Irzan.

Korban dianiaya oleh terlapor Supriyadi Bin Sutrisno mantan tenaga kerja sukarelah (TKS) Bappeda Kabupaten PALI, yang kini diketahui tidak lagi bekerja di Dinas tersebut.

Dengan tanda bukti laporan Nomor : TBL/B-1/265/IX/2016/Sumsel/Resor Muara Enim/Sektor Talang Ubi, berdasarkan laporan Polisi Nomor : LP/B-1/265/IX/2016/Res M.Enim/Polsek Talang Ubi. Waktu kejadian pada hari Sabtu, 3 September 2016 sekira jam 10:40 Wib, tempat kejadian perkara (TKP) dijalan Rematas Kelurahan Talang Ubi Timur Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI.

Menurut keterangan korban (Irzan, Red) kepada Jaya Pos, sepulang dari tugas peliputannya di Sumberjo pada acara pembagian Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang digelar oleh PU CK Kabupaten PALI dan sesampainya sikorban (Irzan) dijalan Rematas yang saat itu mengalami kemacetan, akibat warga setempat melangsungkan hajatan.

“Niat ingin mempercepat laju motor, sayapun membunyikan klakson motor saya karena ada mobil yang berlawanan arah mau belok atau keluar sehingga menyebabkan kemacetan dan apa yang saya dapati hanya hujaman tinju dari pelaku, akibat dari perbuatan pelaku, saya mengalami luka memar, lebam bengkak dibagian kening sebalah kiri dan luka gores dileher bagian belakang serta luka goresan dilengan kiri, saya juga mengalami mual dan pusing”, terangnya dengan nada lesu, Sabtu (03/09/16).

Lebilanjut dikatakan Irzan (27), dirinya meminta kepada penagak hukum terkait, sekiranya pelaku tindak kekerasan atau penganiayaan agar diusut tegas sesuai hukum yang berlaku, supaya para pelaku kekerasan timbul efek jerah dan korban merasa terlindungi oleh hukum di Indonesia.

Sambung Irzan lagi, ia berharap agar kasus kekerasan yang menimpa dirinya cepat diusut sampai tuntas. Sehingga tidak ada lagi diskriminasi dan intimidasi terhadap jurnalis dan siapa saja di “Bumi Pertiwi” dari berbagai pihak aparat, maupun instansi pemerintah ataupun perorangan, ungkapnya yang masih memakai baju dinas itu

Sayangnya ketika media ini melakukan kompirmasi, Kapolsek Talang Ubi tidak berada di tempat.(harianjayapos)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here