Bila Tak Penuhi Tuntutan, Buruh Anjurkan Gubernur Kepri Mundur

0
119

IndependenNews.com, Batam | Ketua Pimpinan Unit Kerja (PUK) PT Shimano, Prabowo meminta Gubernur Kepri, Ansar Ahmad turun dari jabatannya jika tidak mampu memenuhi tuntutan para buruh yang tergabung dalam Serikat Buruh kota Batam terkait kenaikan UMP Kepri dan UMK kota Batam 2021.

Prabowo mengatakan, aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan para pekerja/buruh kepada Gubernur Kepri atas kebijakan penetapan SK Nomor 1373 tahun 2021 tentang kenaikan upah para pekerja tahun 2022 yang hanya naik sebesar 0,85% atau setara dengan Rp. 35.429,- saja.

“Kami yang tergabung dari massa aliansi buruh yang ada di kota Batam ingin menyatakan bahwa kami benar benar kecewa kepada Gubernur,” ucap Prabowo kepada Independennews saat berada di titik aksi di Parkiran Temenggung Abdul Jamal, Senin (06/12/2021) sekira pukul 14.30 WIB siang.

Sebelumnya kata Prabowo, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Gubernur Kepri di Tanjungpinang dan Gubernur Kepri berjanji akan melakukan koordinasi dengan Walikota Batam. Namun, pada 01 Desember 2021 lalu, telah diputuskan bahwa UMK dinaikkan hanya 35 ribu rupiah saja.

“Oleh sebab itu kita minta kepada Gubernur bahwa dalam seminggu ini kami akan aksi dan aksi di Temenggung dan tidak menutup kemungkinan kita akan berkunjung lagi di kantor gubernur,” tuturnya.

Menurutnya, massa yang hadir dalam aksi tersebut sebanyak 10.000 orang termasuk massa yang masih ada di dalam pabrik dan sedang menuju titik aksi. Adapun tuntutan mereka yakni meminta Gubernur Kepri melakukan revisi terhadap SK Nomor 1373 dengan menambah UMK dari Rp. 4.186.359,- menjadi Rp. 4.500.000,-

“Maka kami menghimbau kepada rekan semua buruh yang masih dipabrik segera kita keluar bareng bareng kesini kita tuntut sk gubernur sesuai dengan keinginan kita sejumlah Rp. 4.500.000,- kalau tidak bisa mendingan gubernur turun,” tegasnya.

Melalui aksi tersebut dirinya mewakili para buruh berharap, agar hati Gubernur Kepri terbuka untuk melakukan revisi dan mempertimbangkan tuntutan yang mereka sampaikan dalam aksi damai tersebut.

“Harapannya cuma satu, gubenur terbuka hatinya bisa diubah sk itu, kita udah menang di PTUN Tanjungpinang, PTTUN Medan juga kita udah menangkan SK tersebut, tapi kenapa masih di pakai yang penting sk kan kami ingin 4 juta 500 apapun itu, karena kalo naik cuman 35 ribu cukup buat apa kita? ingat inflasi di batam ini lebih dari 3% kalau kita kalikan itu bisa mencapai 140 ribu,” ungkapnya.

Untuk itu kata Prabowo, jika tuntutan mereka tidak dipenuhi, maka para pekerja yang tergabung dalam Serikat Buruh kota Batam akan kembali menggelar aksi di PT masing masing hingga 1 (satu) minggu ke depan.

“Sekarang kita demo disini kita adakan aksi damai. Tidak menutup kemungkinan, kalaupun hari ini tidak digubris lagi, besok kita akan menggelar aksi juga tapi di depan PT masing-masing,” tutupnya(SOP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here