Bea dan Cukai Batam Terkesan Tutup Mata, Barang Tanpa SNI dan Tanpa Izin Perdagangan Marak Beredar di Wilayah Batam

0
961

Batam, IndependenNews.com–Peredaran barang tanpa SNI dan tanpa ijin importir bebas diperjualbelikan di pasaran bahkan sudah menjamur, Hal itu terpantau independenNews.com di beberapa Supermarket Serba 8000, yang tersebar di Wilayah KOTA Batam.

Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Republik Indonesia (LPK dan TN) wilayah Provinsi Kepulauan Riau, Tomo kepada IndependenNews.com , Kamis (26/10/17) saat dihubungi mengatakan bahwa peredaran barang yang diduga tanpa memiliki ijin perdagangan menjabur di perjualbelikan diwilayah Kota Batam.

“peredaran barang tanpa SNI dan tanpa ijin importir bebas diperjualbelikan di pasaran bahkan sudah menjamur di kota Batam,” ujarnya

Dia juga mengaku, pihaknya telah melakukan investigasi terkait peredaran barang tanpa lebel SNI tersebut.

“Kami sudah turun cek kelapangan, di wilayah kota Batam banyak toko, supermarket menjual barang tanpa mencantumkan lebel SNI dan perusahaan importir pada barang barang tersebut,” katanya.

Lebih jauh Tomo mengatakan peredaran barang barang tersebut bebas masuk kewilayah kepri khususnya ke Batam karena lemahnya pengawasan dari instansi terkait seperti Bea dan Cukai. Selain itu, kurangnya pengawasan dan sosialisasi dari pemerintah kota Batam.

Tomo menduga, bahwa barang-barang yang di pasarkan diwilayah Kepri berasal dari negara Malaysia dan Cina.
” jenis barang yang diperjualbelikan yakni shampoo, pembersih lantai, perabot rumah tangga seperti piring, gelas, botol air yang terbuat dari plastik bahkan pakaian. Semua barang barang tersebut diduga luput dari pemeriksaan kesehatan oleh petugas Karantina Republik Indonesia,” ujarnya

Lanjut Ketua LPK ini, masyarakat sangat antosias membeli barang barang tersebut. Karena barang tanpa lebel tersebut selain harganya murah meriah, barang tersebut mudah didapat. Karna toko sudah banyak membuka cabang di Batam seperti toko Serba 7.500 di Dapur 12, Toko Serba 8.000 di Batuaji dan Toko Serba 8.000 di Tiban Kampung.” sekarang ini, Kami fokus menyoroti barang barang yang dijual di Toko-toko Serba 8000,”.ucapnya

Sementara Dinas perindustrian dan perdagangan (Disperindag) Kota Batam belum dapat dihubungi terkait penerbitan perizinan supermarket serba 8000 itu.

(red)

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here