Balai Musyawaroh Polres Tanjungbalai Dukung Program 100 Hari Kerja Kapolri

0
150

INDEPENDENNEWS.COM, Tanjungbalai – Dalam uapaya mendukung program 100 hari kerja Kapolri, Polres Tanjung Balai telah menyelesaikan 54 perkara dengan Restorative Justice.

Demikian disampaikan Kapolres Tanjungbalai AKBP Putu Yudha Prawira,SIK,MH, dalam siaran persnya, Selasa (27/4/21)

Baca Juga : Wakil Bupati Oky Hadiri Rapat LKPJ Tahun 2020

Dikatakan Putu Yudha, dukungan capaian program unggulan Kapolri Jendral Pol Listyo Sigit Prabowo dalam transformasi operasional enam program utama diantaranya tentang peningkatan kinerja penegakan hukum dalam 60 hari kerja Kapolri.

Dalam program peningkatan kinerja penegakan hukum, Polres Tanjung Balai telah membuat inovasi/wadah yaitu berupa Balai Musyawaroh disetiap Polsek Polsek sejajaran.

Baca Juga : Bupati Surya Lantik Pejabat Administrator dan Jabatan Pengawas

Balai Musyawaroh ini merupakan suatu balai pertemuan antara kedua belah pihak yang bersengketa untuk berbicara dari hati ke hati dengan memperhatikan kearifan lokal sebagai pertimbangan dalam penyelesaian masalah yang disengketakan yang memenuhi rasa keadilan masyarakat yang bersengketa.

Yang dimaksud dalam Balai musyawaroh tersebut, Sambung Yudha, suatu wadah tempat mengedepankan hukum progresif dalam penyelesaian perkara melalui Restorative Justice yang tidak hanya melihat aspek kepastian hukum tetapi juga pada kemanfaatan dan keadilan.

Baca Juga : Safari Ramadhan, Bupati Zahir Serahkan 500 Wakaf Al-Quran Ke Rumah Tahfidz

Dengan demikian Balai Musyawaroh terdapat pada setiap polsek jajaran Polres Tanjung Balai yang sebagai penanggung jawabnya adalah masing masing para Kapolsek.

“Dalam mendukung 100 hari kerja Kapolri sampai dengan 27 April 2021, jajaran Polres Tanjung Balai telah menyelesaikan 54 perkara dengan pendekatan Restorative Justice,” ucap Yudha.

Baca Juga : Safari Ramadhan, Bupati Zahir Serahkan 500 Wakaf Al-Quran Ke Rumah Tahfidz

Penegakan hukum dalam suatu sengketa adalah upaya terkakhir/ultimum remedium, melalui wadah Balai Musyawaroh dapat memberikan solusi bagi masyarakat yang bersengketa sehingga hubungan sosial masyarakat tetap baik dan harmonis serta Kota Tanjung Balai tingkat kamtibmasnya juga tetap terjaga dan Kondusif.

“Sampai saat ini semua perkara yang telah diselesaikan dengan pendekatan Restorative Justice memberikan efek positif bagi warga yang bersengketa yaitu hubungan kekerabatan/keluarga tetap terbina dan terjaga.” Imbuhnya
(ss)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here