Anggota DPRD Kota Batam: “Gelanggang Permainan Itu Ternyata Aktualnya Banyak Melakukan Praktek Perjudian

0
170

INDEPENDENNEWS.COM, BATAM – Anggota DPRD Kota Batam sepakat dan mendukung Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Batam untuk menutup Gelanggang Permainan (Gelper) yang saat ini sudah sangat meresahkan di Kota Batam.

Sebabnya tak lain karena keberadaan Gelper itu sudah sangat merajalela di Kota Batam, baik terkait aturan lokasi dimana seharusnya Gelper boleh beroperasi juga tempat yang mana seharusnya tidak boleh beroperasi. Ditambah lagi banyaknya lokasi yang saat ini buka melebihi batas waktu buka tutup yang telah ditetapkan.

Misalnya Gelper SPUR GAME yang berada dilokasi pasar Merlion, Kecamatan Batu Aji. Dimana menurut informasi dari beberapa warga sekitar mengatakan, bahwa lokasi SPUR GAME biasa beroperasi hingga pukul 07.00,Wib. Masih berdasarkan Informasi dari warga , bahwa
lokasi tersebut hanya tutup dua jam dalam sehari, yaitu pukul 07.00,Wib hingga Pukul 09.00 saja.

Menanggapi hal ini anggota DPRD Kota Batam, Aman, SP.d.,MM, yang ditemui seusai rapat dengan anggota DPRD Indragiri Hilir, Rabu, 09/10/2019 mengatakan, bahwa Gelanggang Permainan itu ternyata banyak melakukan praktek perjudian. “Gelanggang Permainan (Gelper) itu ternyata aktualnya banyak melakukan praktek perjudian. Saya secara pribadi mendukung apa yang direkomendasikan oleh MUI Kota Batam,” ucapnya.

Berbicara mengenai Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Batam, Aman mengaku bahwa PAD yang bersumber dari arena Gelanggang Permainan tidaklah seberapa. “Tidak seberapalah PAD dari Gelanggang Permainan, coba kita lihat berapalah, sangat tidak signifikan, dibanding dengan yang lainnya. Kemudian ketika bicara keberkahan itu, bukan karena duitnya, tapi bersumber dari yang halal dan tidak halal. Yang kedua Ketika Gelper itu berada ditengah-tengah masyarakat maka bisa diakses oleh anak-anak kita,generasi kita, remaja kita, pemuda kita, orang dewasa, mau jadi seperti apa,” ucap Aman, SP.dan,.MM.

“Tambahnya lagi, “Kalau itu bisa diakses cukup muda oleh anak-anak kita, bagaimana mental generasi kita ini kedepan, masa mental-mental judi semua. Jadi saya pikir itu sangat tidak sehat. Saya sekali lagi mendukung pernyataan dari MUI dan beberapa Ormas yang lain serta LSM, yang disampaikan kepada Pemerintah Kota Batam,” tambahnya.

Saat ditanya apakah mungkin Gelper di Kota Batam dapat ditutup, yang mana Pemko sendiri sudah mengeluarkan izin terkait Gelper yang ada di Kota Batam. “Saya pikir mungkin saja, kalau itu menimbulkan keresahan ditengah-tengah masyarakat. DPRD ini representasi masyarakat, Pemko juga adalah representasi masyarakat, kalau itu menimbulkan keresahan kenapa tidak bisa, harus bisa. Memang yang mengeksekusi adalah Pemerintah Kota, kalau DPRD ini’kan kontrol dari kebijakan mereka” jelas Aman.

Lebih lanjut Aman mengatakan, “Kita ini sekali lagi representasi masyarakat, sekarang masyarakat itu sudah bergerak. Meminta kepada Pemko untuk menutup Gelper. Wajib hukumnya bagi anggota DPRD sebagai reprsentasi masyarakat, ketika masyarakat menginginkan itu, dan itu untuk kebaikan masyarakat, kita wajib hukumnya untuk mendukung itu. Tapi yang berhak menutup itu Pemerintah Kota, tentunya bekerjasama dengan pihak Kepolisian dan yang lainnya,” pungkasnya.(Ls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.