Amat Tantoso Tikam WNA Dijerat Pasal 351 KUHP acaman 5 Tahun Kurungan

0
39

INDEPENDENNEWS.COM, BATAM — Kapolresta Barelang Kombes Pol Hwnky mengatakan Paulus Amat Tantoso ditetapkan sebagai tersangka tunggal, penikaman terhadap Kelvin Hong Warga Negara Malaysia (WNA) di restoran Wei-Wei Harbour Bay, pada Rabu (10/4) Malam sekitar pukul 19.16 WIB.

” Peristiwa itu terjadi, disebabkan antara korban dan pelaku memiliki permasalahan pinjaman uang. Dimana tersangka memiliki sebuah money changer. Dari kegiatan money changer tersebut, ada seorang karyawan atas nama M, meminjamkan uang kepada korban (Kelvin) sebesar Rp 7 miliar. Kejadian tersebut kemudian diketahui tersangka, dan tersangka memerintahkan saksi M untuk menagih pinjaman uang Rp 7 miliar tersebut kepada korban,” kata Hengki kepada wartawan di Mapolresta Barelang. Kamis (11/4/2019) sore dalam sebauh Konfres.

Sebelumnya, kata Hengky, pada Rabu 10 April, sekitar pukul 15.00 WIB, saksi M dan korban bertemu di Sukajadi. Korban memberikan sebuah cek senilai 7 Milyar yang belum ditanda tangani kepada saksi M.

” Korban akan menandatangani (cek) setelah bertemu dengan Pelaku di restoran Wei-wei Harbour Bay dengan tersangka,” bebernya.

Namun saat korban dan tersangka bertemu di Restoran Wei wei, korban tidak mau menanda-tangani cek tersebut hingga akhirnya terjadi cekcok yang berujung penusukan.

“Tersangka meminta korban untuk menandatangani cek tersebut, namun korban menolak membubuhkan tandaangan dalam cek. Hingga kemudian terjadilah peristiwa penusukan kepada korban,” terang Hengky.

Akibat perbuatan tersangka, dikenakan pasal 351 ayat (2) KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara.

“Tersangka dijerat pasal 351 ayat (2) KUHP dengan ancaman 5 penjara. Sedangkan untuk barang bukti. Kita amankan sebuah Pisau Sangkur yang dingunakan tersangka, untuk menikam korban dan juga baju tersangka dan korban.

Sementara itu, Edy Hartono Penasehat Hukum Paulus Amat Tantoso menyampaikan, senjata tajam yang digunakan Amat Tantoso untuk melukai korban adalah milik salah satu security kapal oceana, yang bekerja di pelabuhan Harbourbay Jodoh Batam.

“Itu milik security pak Amat, yang bekerja di kapal oceana di pelabuhan Harbourbay,” kata Edy kepada wartawan. Kamis, (11/4/2019).

Edy menjelaskan, terjadinya cekcok antara korban dengan AT hingga berujung penikaman dikarekanan AT berusaha mempertahankan harta bendanya. Yang mana korban berusaha menguasai harta AT dengan cara konspirasi penipuan.

“Beliau tidak bisa menahan emosi untuk menangih harta yang selama ini ia cari kepada korban. Korban ada konspirasi ingin menipu AT untuk menguasai harta AT,” jelas Edy.

Edy berharap Kepolisian dengan bisa menyelesaikan penyidikan kasus AT untuk proses selanjutnya.(Red)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.