Polres Demak Siagakan 100 Personel Hadapi Dinamika Unjuk Rasa

Independennews.com | Demak – Pagi itu, suasana halaman Lapangan Wicaksana Laghawa Mapolres Demak tampak berbeda. Ratusan personel berseragam cokelat berbaris rapi, lengkap dengan tameng, helm, tongkat, hingga rompi pelindung. Meski tak ada kericuhan yang terjadi, atmosfer terasa tegang. Mereka tengah menjalani simulasi—berlatih menghadapi sebuah kemungkinan yang bisa datang kapan saja: aksi unjuk rasa.

Sebanyak 100 personel dari Pasukan Dalmas (Pengendali Massa) dan Raimas (Pengurai Massa) disiagakan. Mereka bukan sekadar pasukan reaksi cepat, tapi juga menjadi garda terdepan yang menjaga harmoni dalam menyikapi aspirasi publik yang turun ke jalan.

Kapolres Demak, AKBP Ari Cahya Nugraha, yang memimpin langsung apel kesiapsiagaan, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi bagian dari upaya serius menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

“Pengecekan personel dan peralatan kami lakukan secara berkala sebagai bentuk kesiapan Polres Demak dalam menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif,” ujar AKBP Ari, Kamis (28/8/2025).


Tegas Namun Humanis: Simulasi Penuh Makna

Dalam arahannya, Kapolres menekankan pentingnya kesiapan teknis dan mental setiap personel. Mereka dituntut tidak hanya menjalankan tugas secara disiplin, tetapi juga menjunjung tinggi pendekatan humanis dalam menghadapi masyarakat yang menyampaikan pendapat.

“Seluruh anggota telah dibekali simulasi pengendalian massa. Ini penting agar mereka memahami prosedur, bertindak tegas namun tetap menghargai hak-hak konstitusional masyarakat,” tambahnya.


Satu per satu perlengkapan Dalmas Satuan Samapta diperiksa secara teliti: dari tameng-tameng yang mengilap terkena sinar matahari, helm yang tersusun rapi di meja panjang, hingga sepeda motor Raimas yang siap digunakan kapan pun dibutuhkan. Semua dicek agar tetap dalam kondisi prima, karena kelalaian kecil dapat berdampak besar di lapangan.

Bukan Sekadar Tugas, Ini Tentang Menjaga Rumah Sendiri

Di balik barisan yang terlihat tegas, tersimpan sisi kemanusiaan yang kuat. Para personel ini bukan orang asing. Mereka adalah warga Demak sendiri: anak-anak desa, ayah, tetangga, sahabat, yang kesehariannya menyatu dengan denyut nadi masyarakat.

“Intinya, kami ingin masyarakat merasa aman ketika menyampaikan aspirasinya. Polisi hadir bukan untuk menakuti, tapi untuk memastikan semuanya berlangsung damai,” ujar salah satu personel Dalmas sambil merapikan tamengnya.


Siap Diperbantukan ke Wilayah Lain

Kapolres Ari juga menyampaikan bahwa Polres Demak siap memberikan bantuan kekuatan ke wilayah lain jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

“Dengan persiapan matang, kami siap mendukung bila diperlukan tambahan kekuatan untuk pengamanan di wilayah lain,” tegasnya.


Kesiapsiagaan dan Demokrasi Bisa Berjalan Bersama

Dalam lanskap demokrasi yang dinamis, kesiapsiagaan aparat bukanlah bentuk represi, melainkan bagian dari sistem pengamanan yang memastikan kebebasan berekspresi dapat dijalankan secara aman dan tertib. Dan pagi itu, di halaman Mapolres Demak, satu pesan penting mengemuka: masyarakat bebas bersuara, aparat siap menjaga. Keduanya harus berjalan seiring.

(Ganang I)

You might also like