Sekda Demak Hadiri Sekolah Antikorupsi: Perkuat Integritas Desa Se-Jawa Tengah

independennews.com | Semarang – Komitmen pemberantasan korupsi di tingkat akar rumput kembali ditegaskan. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggelar kegiatan Sekolah Antikorupsi bagi 7.810 kepala desa se-Jawa Tengah di GOR Jatidiri Semarang, Selasa (29/4). Mengusung tema Ngopeni lan Ngelakoni Desa Tanpa Korupsi, kegiatan ini menjadi langkah strategis memperkuat tata kelola desa yang berintegritas.

Sekretaris Daerah Kabupaten Demak, Akhmad Sugiharto, ST, MT, turut hadir mendampingi jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Kehadirannya menandai keseriusan Pemerintah Kabupaten Demak dalam memperkuat nilai-nilai antikorupsi di wilayahnya.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, SE, MM, dalam laporannya menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari misi ketiga Pemerintah Provinsi Jawa Tengah: mewujudkan tata kelola pemerintahan yang responsif, kolaboratif, dan berintegritas, menuju Indonesia Emas 2045.

“Program ini telah melalui serangkaian langkah, mulai dari sosialisasi bersama KPK, pembentukan 20 desa percontohan, perluasan ke 237 desa, hingga bimbingan teknis dengan Kemendagri,” papar Sumarno.

Gubernur Jawa Tengah dalam sambutannya menekankan pentingnya peran kepala desa sebagai garda terdepan pembangunan. “Desa adalah etalase Jawa Tengah. Kepala desa harus ngopeni warga dan ngelakoni penyelesaian masalah secara konkret,” ujarnya.

Gubernur juga menargetkan swasembada pangan pada 2026 dan pembentukan 1.000 desa wisata. Ia mendorong kepala desa membentuk Koperasi Merah Putih sebagai motor ekonomi desa. “Sinergi dengan kecamatan penting agar pembangunan merata dan kecamatan semakin berdaya,” tandasnya.

Pada sesi sosialisasi, Pimpinan KPK RI, Dr. Fitroh Rohcanyanto, SH, MH, menekankan pentingnya integritas dan prinsip tata kelola desa yang bersih. Ia menyampaikan enam prinsip kepemimpinan desa: bergerak cepat, totalitas, kreatif, adaptif, cerdas, dan amanah.

“Pemerintahan desa harus dilandasi dedikasi, objektivitas, loyalitas, dan keadilan agar mampu memberikan pelayanan publik yang transparan,” tegas Fitroh.

Turut hadir mendampingi Sekda Demak, Plt. Asisten I Drs. Taufik Rifa’i, M.Si, serta Inspektur Daerah Kurniawan Arifendi, ST, MH. Kehadiran mereka memperkuat komitmen Demak dalam membangun desa yang bersih, transparan, dan berdaya saing.(Dwi Saptono)

You might also like