Independennews.com | Pemalang – Pemerintah Kabupaten Pemalang, terus melangkah dalam upaya mentranformasi wajah perkotaan menjadi ruang yang lebih humanis, inklusif dan mendukung geliat ekonomi kerakyatan. Salah satu agenda prioritas tahun ini adalah penataan City Walk di sepanjang Jl. Jenderal Sudirman, sebagai ikon baru ruang publik di pusat kota.
Rapat koordinasi lintas sektor mengenai program tersebut digelar, pada Rabu (23/4/2025), di Ruang Gadri, Rumah Dinas Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, S.E, M.M., didampingi Wakil Bupati Norkholes, S.H., M.Si., serta dihadiri unsur Forkopimda dan Dinas terkait.
Usai Rapat, dalam sesi wawancara dengan awak media, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, memaparkan visi penataan dengan lugas dan penuh keyakinan.
“Kita tidak sedang meniru kota lain. Kita menata wajah kota sesuai kebutuhan dan karakter Pemalang. Yang kita inisiasi adalah ruang publik yang mendukung ekonomi warga, memperindah kota, dan membuka ruang bagi UMKM serta kegiatan kesenian,” ujar Bupati Anom Widiantoro.
Penataan awal akan difokuskan di ruas Jl. Jenderal Sudirman, dari Kantor Pegadaian hingga simpang lampu merah kedua arah selatan. Median jalan akan dihilangkan dan diganti dengan trotoar kanan kiri yang luas dan ramah pejalan kaki.
“Konsep ini akan memperpanjang durasi, aktivitas ekonomi masyarakat. Kita ingin agar warga bisa beraktivitas lebih lama di ruang terbuka yang nyaman dan aman. Ini cara kita memutar roda ekonomi tanpa harus mengandalkan pasar besar,” jelasnya.
Strategi tak hanya menyentuh aspek fisik, tetapi juga sosial dan legal. Pemkab akan melakukan simulasi teknis (labsidi) dilanjutkan dengan tahap sosialisasi ke warga dan pelaku usaha. Penghitungan anggaran pun akan dimatangkan ulang, termasuk penambahan fasilitas mendukung seperti CCTV, sistem sanitasi (septik tank) dan aspek perizinan bagunan (PBG).
“Semua ini kita kalkulasi kembali agar tidak hanya bagus dan nyaman, tapi juga kuat dalam implementasi prosesnya bertahap dan berbasis kebutuhan masyatakat,” ujar Bupati Anom.
“Strategi kita adalah bahwa Penataan tidak mengganggu interaksi ekonomi. Portal jalan akan dimodifikasi, pembatas tengah akan kami hilangkan di ganti dengan konsep kanan-kiri. Semua akan kita hitung ulang bersama dengan dinas terkait,” jelasnya.
Dengan visi pembaharuan kota yang inklusif dan progresif, proyek City Walk di Jl. Jenderal Sudirman, diharapkan menjadi ruang publik yang tidak hanya estetis, tetapi juga menghidupkan ekonomi rakyat, memperkuat identitas budaya loka, dan mengubah wajah Pemalang.(S Febriansyah)