Renungan Roma 8 :14 “YANG DIPIMPIN ROH ALLAH, ADALAH ANAK ALLAH”

Foto : Ilustrasi

Roma 8 :14 “Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah”

Memahami teks renungan ini, ada dua poin penting harus dimengerti yakni: 1. “hidup dengan dipimpin oleh Roh Allah” 2. “adalah anak Allah” (ay. 14). Ini menarik kita mengerti sekarang bahwa:

a. Hidup dengan dipimpin oleh Roh Allah” Rupanya, “Seperti apa hidup dengan dipimpin oleh Roh Allah? ” Menurut Paulus, orang yang percaya pada prinsipnya telah menerima Roh Allah, dan Roh Allah inilah yang memimpin orang percaya dalam menjalani kehidupannya sehari-hari, bukan roh kedagingan, bukan lagi roh ketakutan, bukan lagi roh kefasikan dan kelaliman, bukan lagi roh keangkuhan, bukan lagi roh penghakiman, bukan lagi roh pemecah-belah, dan bukan roh pembenaran diri sendiri, melainkan pembenaran oleh kasih karunia Allah (bnd. Rom. 8:29-30).

Ketika kita dipimpin oleh Roh Allah berarti kita tinggal bersama dengan Tuhan, dan Tuhan tinggal di dalam kita, dan semuanya itu akan terlihat dengan jelas dalam kehidupan kita di mana pun kita berada.

“Orang yang dipimpin oleh Roh Allah atau sebaliknya tidak dipimpin oleh Roh Allah, itu terlihat dalam kata-katanya, dalam komunikasinya dengan sesamanya (jangan diukur dari komunikasi dengan orang lain via media sosial/dunia maya, karena bisa saja di media sosial/dunia maya, tampil dengan sanat ramah tetapi di dunia nyata lain/berbeda), … terlihat dalam seluruh eksistensi hidupnya.” Intinya adalah bahwa orang-orang yang telah menerima dan yang dipimpin oleh Roh Allah, seseorang itu telah mengalami transformasi (pembaharuan) kehidupannya, hidupnya berubah menjadi lebih baik dari waktu ke waktu.

b). ”…adalah anak Allah”* Nah…! sangat berhubungan dengan “dipimpin oleh Roh Allah” dengan yang tidak dipimpin“..adalah anak Allah. Bukti satu-satunya yang menunjukkan kita anak Allah ialah ditunjukkannya buah-buah dari (dipimpin) Roh Allah dalam dan melalui hidup kita. Tuhan memberikan RohNya sebagai materai/jaminan kepada kita sebagai anak Allah (2 Kor. 1:21-22).

Tanpa RohNya, kita tidaklah anakNya (Tuhan), sebab anak Tuhan hidup dalam RohNya (Allah). Mereka yang hidup dalam Roh Allah, tidak lagi hidup menurut daging. Mereka yang hidup dalam roh Allah, tidak lagi memikirkan hal-hal yang dari daging (ay. 5), seperti: “percabulan, kecemaran, hawa nafsu, perseteruan, perselisihan dan lain-lain” (Gal. 5:19-21).

Ketika kita dipimpin oleh Roh Allah, yang menjadi fokus hidup kita adalah Kristus, tidak lagi lagi diri sendiri (Gal. 2:20). Ibarat sinar mercusuar yang membimbing kapal laut, sehingga terhindar dari karang-karang yang dapat menyebabkan karam, demikianlah Roh Allah memimpin kita ke dalam hidup dan menghindarkan dari maut dan dosa (kejahatan).

Keuntungan bagi kita kalau kita dipimpin oleh Roh Allah/kita menjadi anak Allah, yakni:

a). Roh Allah (Roh Kudus) mengubah status kita. Status kita yang sudah diubah ini menjadi sangat penting/menentukan bagi masa depan kita. Setiap orang percaya yang hidup dipimpin Roh Allah kini disebut sebagai anak Allah yang syah. Orang percaya yang dipimpin oleh Roh Allah, ia memiliki hubungan yang sangat akrab dengan Allah Bapa, Ia menjadi seperti “ayah/bapak kita sendiri” (ingat: sebutan ABBA/BAPA/PAPA dalam ajaran Alkitab dan tradisi gereja).

Sebutan ABBA/BAPA/PAPA, biasa digunakan oleh anak-anak Yahudi untuk memanggil ayah mereka sendiri. Jadi, ”orang yang telah menerima dan dipimpin oleh Roh Allah adalah anak Allah” (bnd. ay. 14), yang berseru kepada-Nya dengan panggilan “ya Abba, ya Bapa, ya PAPA”, sungguh suatu panggilan mesra dan akrab.

Jadi, begitu sangat dekatnya kita orang Kristen dengan ALLah, Bapa/ABBA/PAPA kita. Kedekatan ini hanya dapat terjadi apabila kita dipimpin oleh Roh Allah sendiri, dan RohNya itu yang membimbing kita menyerukan (berdoa) menjadi snagat dekat dengan/kepada Tuhan (bnd. Roma 8:26-27).

Roh Allah yang meyakinkan kita, dan memberi kesaksian bahwa kita adalah anak-anak Allah (yang diangkat secara sah). Ini sebabnya kita harus menunjukkan perbuatan yang mencerminkan perbuatan anak-anak Allah, anak-anak yang tidak mempermalukan Bapa/ABBA/PAPA-nya sendiri, anak-anak yang tidak menyusahkan hati Bapa/ABBA/PAPA-nya sendiri, anak-anak yang membanggakan hati Bapa/ABBA/PAPA-nya sendiri, dan anak-anak yang begitu dekat dengan hati Bapa/ABBA/PAPA-nya sendiri. Keintiman kita dengan Bapa/ABBA/PAPA-nya sendiri adalah bahwa kita menjadi ahli waris dari HARTA Allah (Bapa/ABBA/PAPA-nya sendiri), Pewaris dari kemuliaan penderitaan Yesus Kristus.

b). Menjadi ahli waris Yesus Kristus, maka MEMILIKI Kerajaan Allah, kita masuki kerajaanNya itu bersama-sama dengan Tuhan Yesus Kristus. Kalau kita “dipimpin oleh Roh Allah”, dan kalau kita “hidup menurut Roh Allah”, kita pasti akan menderita dengan Kristus. Hidup menderita yang kita jalani dalam Roh Allah bersama Kristus inilah yang kemudian membuat kita dipermuliakan bersama-sama dengan Kristus. Inilah pengharapan orang-orang percaya yang telah menerima dan dipimpin oleh Roh Kudus. Luar biasa iman kita, bahwa kita dipimpin dan menjadi Anak Allah! Amin *(St G Sibagariang)

You might also like