Independennews.com | BANDUNG – Ketua Umum ARDIN Indonesia sekaligus Ketua MPR RI ke-15, Bambang Soesatyo, menegaskan pentingnya memperkuat sistem distribusi nasional untuk meningkatkan daya saing produk dalam negeri. Menurutnya, penguatan distribusi bukan hanya soal logistik, tetapi strategi besar agar hasil produksi dapat menjangkau seluruh wilayah secara efisien.
“Biaya logistik kita masih tinggi, sekitar separuhnya diserap transportasi darat. Selama sistem distribusi belum terintegrasi, produk nasional akan kalah bersaing,” ujar Bamsoet saat melantik Pengurus ARDIN Indonesia Provinsi Jawa Barat di Bandung, Sabtu (8/11/2025).
Hadir dalam pelantikan tersebut jajaran pengurus pusat, di antaranya Wakil Ketua Umum Berry Purba, Sekjen Herman Heru, dan Bendahara Yogi Soepaat. Sementara itu, Tb. Raditya Indrajaya resmi dikukuhkan sebagai Ketua ARDIN Jawa Barat.
Bamsoet mengungkapkan, ARDIN Indonesia tengah menyiapkan roadmap 2025–2030 dengan lima fokus utama: transformasi digital sistem distribusi, kemitraan UMKM, hilirisasi industri daerah, peningkatan SDM logistik, dan pembentukan pusat logistik regional.
Ia menyoroti pula perkembangan perdagangan digital. Berdasarkan data BPS, transaksi e-commerce Indonesia mencapai Rp689 triliun pada 2024. Namun, ketergantungan terhadap platform besar menjadi tantangan baru.
“ARDIN harus hadir membangun sistem distribusi digital mandiri agar pelaku usaha tak bergantung pada satu platform,” tegasnya.
ARDIN juga akan mengembangkan konsep “Shared Logistics Hub”, yaitu gudang dan sistem pengiriman terpadu untuk memangkas biaya distribusi hingga 20 persen. Target jangka menengahnya adalah menurunkan rasio biaya logistik nasional menjadi 10 persen dari PDB pada 2030.
“Kita bisa punya industri hilir kuat, tapi jika distribusinya mahal dan lambat, keunggulan itu hilang di jalan. ARDIN harus jadi tulang punggung ekonomi rakyat,” pungkas Bamsoet.