Korban Penggusuran Pasar Induk Datangi Kantor Walikota Batam

0
112

INDEPENDENNEWS.COM, BATAM — Puluhan pedagang kaki lima (PKL) korban penggusuran pasar induk Jodoh mendatangi kontor Walikota Batam untuk menyampaikan protes terkait penggusuran tempat mereka mengais rezeki, Kamis (7/11/2019) pagi.

Kedatangan para pedangan kaki lima di kantor walikota Batam menyusul tindakan penggusuran dan pembongkaran lapak dagagan mereka yang dilakukan Pemerintah Kota Batam belum lama ini. Aksi demo yang didominasi emak emak ini meminta keadalian dari Pemerintah Kota Batam.

Tak terima dicuekin, para pedagang kaki lima yang dominasi emak-emak mencoba memanjat pagar Kantor Walikota Batam sehingga suasana sempat memanas. Para pendemo memaksa masuk ke kantor Pemko Batam, tetapi dihalau para petugas sehingga terjadi argumen antara petugas dan para pendemo.

“Jangan mentang-mentang kami pedagang kaki lima, kalian anggap kami masyarakat jelata. Tolong hargai kami, jangan kalian hanya mementingkan kepentingan pengusaha,” teriak para demontran dengan nada keras terdengar dari kerumunan massa.

Meskipun para pendemo berhasil menerobos pagar kantor Walikota Batam, tetapi usaha para pedagang kaki lima tetap sia-sia karna Walikota Batam sedang tidak ditempat.

Berikut beberapa point tuntutan puluhan pedagang kaki lima yang mengatasnamakan Manifesto dan LSM Gerakan Bersama Rakyat.

1.MENOL AK SEGALA BENTUK PENGGUSURAN SECARA PAKSA.

2.MEMINTA PEMKO BATAM
BERTANGGUNGJAWAB TERHADAP NASIB KORBAN PENGGUSURAN PASAR INDUK.

3.MENUNTUT PEMKO BATAM TRANSPARAN SOAL HIBAH LAHAN 5 HEKTAR BP BATAM DI PASAR INDUK.

4.MEMINTA KPK MENGUSUT PROSES
REVITALISASI PASAR INDUK.

5.MEMINTA DPRD KOTA BATAM BERPIHAK TERHADAP KORBAN PENGGUSURAN DI PASAR INDUK.

6.PENGGUSURAN PAKSA ADALAH
PELANGGARAN HAM BERAT
H1945. UU NO.39 TAHUN 1999
TAHUN 1993) TAHUR 199HUN 2005. RESOL USIPBB NO.77.

7.HANYA ADA SATU KATA. LAWAN!

(Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.