BP Batam dan Green Indonesia Tanam 10.000 Pohon Gaharu

0
478

Batam, independennews.com — BP Batam dan Green Indonesia melakukan kegiatan penanaman 10.000 pohon gaharu (Aquila Malaccensis) di wilayah waduk Tembesi Barelang. Penanaman pohon tersebut bertujuan untuk menjaga dan melestarikan lingkungan hidup kota Batam, selain itu juga sebagai resapan air hujan, sebagai bentuk menjaga kebutuhan air baku di kota Batam.

Pembukaan kegiatan tersebut diawali dengan penanaman pohon gaharu di samping kantor BP Batam dengan tema “Selamatkan dan lestarikan alam dengan penanaman pohon”, yang dihadiri langsung oleh Kepala BP Batam Ir. Lukita Dinarsyah Tuwo, Ketua Green Indonesia, Andi Braga dan juga seluruh Deputy BP Batam, Rabu 28 September 2018.

Ketua panitia Binsar Tambunan dalam sambutannya mengatakan, pihaknya dan LSM Green Indonesia akan melakukan penanaman 10.000 pohon gaharu di waduk Tembesi Barelang dan akan menjaga dan merawat pohon tersebut.

“Kita sudah siapkan 10.000 bibit pohon gaharu yang nantinya di tanam di waduk Tembesi bersama LSM Green Indonesia,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo juga dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada LSM Green Indonesia, pasalnya kegiatan ini terjadi dikarenakan ide dan gagasan LSM Green Indonesia untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup kota Batam yang disampaikan ke BP Batam.

“Kegiatan ini bisa berlangsung berkat ide dan gagasan LSM Green Indonesia yang langsung datang menghadap ke ruangan saya, dan saya kira ide ini baik untuk Kota Batam, pasalnya selain menjaga kelestarian lingkungan hidup, juga menjadi alat untuk menyerap air hujan sebagai kebutuhan air baku yang patut diprioritaskkan,” Kata Lukita.

Lanjut Lukita, BP Batam dan Green Indonesia akan tetap bergandengan tangan pasalnya ide dan gagasan LSM Green Indonesia sejalan dengan BP Batam untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup kota Batam, seperti penaganan limbah B3 di Nongsa beberapa lalu, dan penanaman pohon gaharu.

“Kita mendukung penuh ide dan gagasan LSM Green Indonesia, seperti menuntaskan masalah limbah B3 di Nongsa dan menanam 10.000 pohon gaharu,” ungkapnya.

Lukita berharap program penanaman pohon tersebut bisa tetap berlanjut kedepannya, menanam adalah titik awal, menjaga dan merawat hingga mayoritas tumbuh ada tanggung jawab kita semua, dikarenakan kota Batam sangat mengandalkan air hujan sebagai kebutuhan kelangsungan hidup. Hal ini perlu dilakukan cara untuk bisa menyerap air hujan yang lebih baik, seperti penanaman pohon gaharu yang sangat tinggi akan daya serapnya.

“Saya berharap, program ini selanjutnya berlanjut, yang mana kota Batam mengandalkan air hujan untuk kehidupan sehari hari. Menanam adalah titik awal, menjaga dan merawat hingga mayoritas tumbuh adalah tanggung jawab kita bersama, kita optimis kedepannya Bumi kota Batam bumi yang indah, bumi yang dapat bermanfaat bagi masyarakat,” Pintanya.

Sementara itu Aldi Braga selaku ketua Green Indonesia menyampaikan trimah kasih akan sikap terbuka dan kerja sama BP Batam akan kelestarian lingkungan kota Batam.

“Trimah kasih akan kerja sama BP Batam dengan kami, kita mengetahui bahwa kota Batam sangat membutuhkan air hujan sebagai sumber utama air baku masyarakat Batam, hal ini kita memilih pohon gaharu, yang mana pohon ini adalah pohon yang paling baik untuk menyerap air, dan juga bernilai tinggi,” Ucap Aldi.
(red/PS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.