15 Bagunan Ruko Milik PT GYS Yang diclaim Warga Berdiri Dilahan Fasum, Ternyata Kantongi Sertifikat

0
525

Batam, independennews.com — 15 Bagunan Ruko Milik PT Gozali Yusholin Sakti Yang diclaim Warga Berdiri Dilahan Fasum, Ternyata memiliki Sertifikat yang jelas. Hal itu diungkapkan Humas PT. GYS , Kevin Kho, Senin (15/10/18) kepada independennews.com di Batam Kota, Kepulauan Riau.

Sebelumnya warga Perumahan Taman Buana Indah sei panas Kecamatan Batam Kota telah mengkleim 15 Bangunan Ruko milik PT GYS berdiri diatas lahan Fasum (Fasilitas Umum). Bahkan persoalan antara warga dengan pihak pengembang tersebut juga sudah diangkat ke Rapat Dengar Pendapat (RDP) di komisi 3 DPRD Batam beberapa hari lalu, Hal itu membuat Pihak Developer angkat bicara terkait perizinan dan legalitas yang dimiliki PT. GYS.

Terkait hasil RDP tersebut, pihak Developer saat ini masih menunggu dalam waktu dua minggu kedepan Rekomendasi dari DPRD Batam terkait hasil RDP yang digelar beberapa hari lalu terkait permasalahan bagunan ruko yang di Cleim warga berdiri diatas lahan Fasum.

” Jika nantinya dalam waktu dua minggu tidak ada rekomendasi dari DPRD Batam atau tidak ada kesepakatan maka pihak Developer akan melakukan pembangunan Tembok Pembatas Ruko dengan rumah warga,” Ujar Humas Developer PT.Gozali Yusholin sakti, Kevin Kho. kepada independennews.com di kantornya sekaligus menunjukkan legalitas dan sertifikat lahan bagunan yang di sebut oleh warga berdiri diatas Fasum, Senin 15 Oktober 2018.

Dikatakan Kevin Kho, Warga jangan bilang tidak ada Fasum ! Kami telah membangun mesjid, lapangan dan tempat berkumpul, akan tetapi Fasum lainnya dibangun warga menjadi gudang, lahan hijau yang disediakan developer dijadikan warga menjadi Rumah Kontrakan.

Ditegaskan Kevin Kho, sebelumnya lahan tersebut adalah milik PT Citra Bangun Nusa, diakuinya bahwa lahan yang claim warga sebagai Fasum itu pada tahun 1991, dan pada tahun 2001 Developer PT.Gozali Yusholin sakti bekerja sama dengan PT Citra Bangun Nusa mengajukan permohonan lahan pada tahun 2011 untuk peruntukan bangunan Ruko kepada BP Batam, dan itu disetujui BP Batam bahkan sudah ada Sertifikatnya.

“Memang dulu itu lahan Fasum, akan tetapi kami telah menerima Sertifikat dari BP Batam yang kami ajukan pada tahun 2001, makanya kami bangun, kami sudah lakukan sesuai prosedur yang berlaku”, Terangnya

Kevin Kho menambahkan, jika warga merasa dirugikan silahkan digugat sesuai Hukum yang berlaku, dan kami siap robohkan bangunan jika terbukti melanggar aturan.

Kendati demikian, Pihak Developer tetap berharap agar warga tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum seperti
persekusi dan pengerusakan bangunan karena jika itu terjadi warga akan berhadapan dengan Hukum.” Kata Kevin Kho (Red)

Tuntutan warga Perumahan Taman Buana Indah sei panas Kecamatan Batam Kota kepada Pihak Developer PT.Gozali Yusholin sakti terkait 15 bangunan Ruko milik PT. GYS yang diclaim warga berdiri diatas lahan Fasum (Fasilitas Umum).

Sebelumnya juga, persoalan antara warga dengan pihak pengembang tersebut juga sudah dilakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) di komisi 3 DPRD Batam beberapa hari lalu, Hal itu membuat Pihak Developer angkat bicara terkait perizinan dan legalitas yang dimiliki PT. GYS.

Terkait hasil RDP tersebut, pihak Developer saat ini masih menunggu dalam waktu dua minggu kedepan Rekomendasi dari DPRD Batam terkait hasil RDP yang digelar beberapa hari lalu terkait permasalahan bagunan ruko yang di Cleim warga berdiri diatas lahan Fasum.

” Jika nantinya dalam waktu dua minggu tidak ada rekomendasi dari DPRD Batam atau tidak ada kesepakatan maka pihak Developer akan melakukan pembangunan Tembok Pembatas Ruko dengan rumah warga,” Ujar Humas Developer PT.Gozali Yusholin sakti, Kevin Kho. kepada independennews.com di kantornya sekaligus menunjukkan legalitas dan sertifikat lahan bagunan yang di sebut oleh warga berdiri diatas Fasum.

Dikatakan Kevin Kho, Warga jangan bilang tidak ada Fasum ! Kami telah membangun mesjid, lapangan dan tempat berkumpul, akan tetapi Fasum lainnya dibangun warga menjadi gudang, lahan hijau yang disediakan developer dijadikan warga menjadi Rumah Kontrakan.

Ditegaskan Kevin Kho, sebelumnya lahan tersebut adalah milik PT Citra Bangun Nusa, diakuinya bahwa lahan yang claim warga sebagai Fasum itu pada tahun 1991, dan pada tahun 2001 Developer PT.Gozali Yusholin sakti bekerja sama dengan PT Citra Bangun Nusa mengajukan permohonan lahan pada tahun 2011 untuk peruntukan bangunan Ruko kepada BP Batam, dan itu disetujui BP Batam bahkan sudah ada Sertifikatnya.

“Memang dulu itu lahan Fasum, akan tetapi kami telah menerima Sertifikat dari BP Batam yang kami ajukan pada tahun 2001, makanya kami bangun, kami sudah lakukan sesuai prosedur yang berlaku”, Terangnya

Kevin Kho menambahkan, jika warga merasa dirugikan silahkan digugat sesuai Hukum yang berlaku, dan kami siap robohkan bangunan jika terbukti melanggar aturan.

Kendati demikian, Pihak Developer tetap berharap agar warga tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum seperti
persekusi dan pengerusakan bangunan karena jika itu terjadi warga akan berhadapan dengan Hukum.” Kata Kevin Kho (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here